dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Ketika kemampuan komunikasi si kecil berkembang, jangan lupa juga mengembangkan kemampuan emosional anak. Agar mereka mengetahui, bagaimana berkomunikasi dengan rasa!

Saat Anda memiliki anak dengan gangguan dengar, perhatian Anda mungkin lebih terfokus pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi mereka. Padahal, sangat penting juga bagi Anda mengembangkan kemampuan emosional mereka. Beberapa contoh kemampuan sosial dan emosional yang harus mulai dipahami si kecil, seperti membangun rasa percaya, rasa dicintai, berbagi sentuhan sayang, dan sebagainya.

Dengan mengembangkan kemampuan ini, Anda juga secara langsung telah mengajak si kecil menambah kosakata baru yang berhubungan dengan emosional mereka.Nah, ini dia beberapa interaksi yang bisa membantu si kecil mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa mereka dalam satu waktu.

Membangun Rasa Percaya dan Saling Terikat

Seorang bayi mempelajari rasa percaya kepada orang di sekitarnya saat mereka menangis, ketika mereka menangis, baik ayah, ibu atau orang di sekitarnya akan segera merespon dengan memenuhi apa yang mereka inginkan, misalnya mengganti diapers, memberikan susu atau makanan, atau hal sederhana seperti meminta digendong, diajak berbicara, berinteraksi, juga bermain.

Interaksi awal ini membuat munculnya rasa percaya, yang bisa membangun kemampuan sosial dan emosional di kecil dengan positif. Sekalipun anak Anda memiliki masalah pendengaran, membangun interaksi sejak anak bayi akan membuat mereka mengembangkan rasa percaya sejak dini.

Melakukan Hal-Hal yang Lucu!

Kadang-kadang, aktivitas harian Anda dan si kecil hanya terfokus pada kemampuan pengembangan bahasa mereka. Padahal, anak-anak pun butuh sesuatu yang membuat mereka tertawa. Cara paling sederhana untuk membuat mereka tertawa misalnya saat membaca buku-buku lucu, misalnya komik. Anda bisa menirukan suara karakter di buku tersebut, atau beraksi sesuai dengan apa yang digambarkan oleh karakter buku. Percaya deh, ini juga akan membantu mengembangkan kemampuan emosional Anak sekaligus kemampuan berbahasa mereka!

Ada banyak aktivitas lucu lainnya yang bisa Anda lakukan bersama si kecil, misalnya ketika membersihkan rumah bersama, Anda bisa mengajaknya bermain sapu terbang, atau saat melipat pakaian Anda dapat membedakan bunyi suara pakaian yang dilipat, misalnya saat melipat pakaian Ayah, akan muncul bunyi whuzzz, saat melipat pakaian ibu akan berbunyi ssshhhh, dsb. Lakuan beragam aktivitas lain yang menyenangkan dan membuat Anda bisa tertawa bersama si kecil.

Memeluk dan Mencium

Kulit merupakan panca indra paling luas di tubuh, yang terdiri dari banyak sekali saraf-saraf tepi. Sangat penting sekali bagi bayi dan anak mendapatkan sentuhan cinta. Nyatanya, dua buah hormon yaitu oksitosin dan vasopresin yang berperan dalam pengembangan kemampuan sosial dan emosional seseorang akan meningkat saat terjadi sentuhan kasih sayang. Bernyanyi lullabies, bermain dengan jari tangan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan sentuhan dan kontak mata dengan si kecil.

Bicara tentang “Kenapa” Dalam Menentukan Pilihan

Membuat keputusan yang baik adalah bagian yang penting dalam mengembangkan kemampuan emosional anak. Demostrasikan cara pengambilan keputusan dengan memikirkannya secara matang.

Anda bisa mencontohkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, ketika akan berbelanja buah apel, biarkan anak Anda mendengar Anda bicara saat Anda harus mengambil keputusan apakah akan membeli apel merah atau hijau. “Apel merah manis dan baik sekali untuk snack, sedangkan apel hijau asam dan kurang begitu bagus untuk snack. Karena kita butuh makanan kecil selama perjalanan, kita akan membeli apel merah saja.” Sekalipun kalimat ini terasa sulit untuk benar-benar ditangkap oleh si kecil, tapi mereka bisa melihat bagaimana ekspresi wajah Anda dan gerakan tubuh Anda dalam mengambil keputusan tentang si apel.

Di sini, Anda telah mengajarkan kepada mereka tentang bagaiman cara berpikir matang ketika akan mengambil keputusan.

Mendengar Percakapan Orang di Sekitar

Anak dengan pendengaran normal dapat dengan mudah mendengar dan memahami percakapan orang lain seperti keluarga, teman ataupun orang di sekitar mereka. Misalnya saat orang tuanya berbincang tentang musim liburan yang menyenangkan, maka anak dengan pendengaran normal, sekalipun sedang menonton TV, akan bisa mendengarkan dan ikut merasakan perasaan orang tuanya. Ini menjadi sebuah dasar bagi anak untuk memahami dengan baik cara berpikir dan mengungkapkan perasaan, dengan cara mendengarkan percakapan orang lain.

Namun, pada anak dengan gangguan dengar tentu saja berbeda. Anak mungkin saja bisa mendengar percakapan orang tuanya, namun tidak benar-benar paham maksud dan rasa apa yang terkandung dalam percakapan tersebut. Nah, Anda bisa membantu si kecil memahami emosi dalam sebuah percakapan, dengan berbincang langsung di hadapan mereka. Gunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh untuk menggambarkan perasaan Anda.

Memperbanyak Kosakata

Senang, sedih, mengantuk, dan sebagainya merupakan contoh kosakata awal yang bisa Anda ajarkan kepada si kecil. Sesuai dengan tingkatan level pendengarannya, kenalkan ia dengan kosakata lain yang lebih komplek untuk mengekspresikan perasaannya, seperti merasa marah, frustasi, antusias, malu, lelah dan sebagainya. Gunakan ekspresi wajah yang berbeda-beda untuk menggambarkan makna kosakata tersebut, sehingga si kecil bisa menangkap hubungannya. Lakukan hal ini dengan gembira dala aktivitas keseharian Anda.

Lagi, catatan penting tentang point-point ini adalah : Lakukan semua dengan GEMBIRA dan TERTAWA!

Ditulis oleh Virgi Mills, pengguna Implan Rumah Siput ME-DEL USA. Sebelumnya, ia adalah guru taman kanak-kanak yang memiliki keterbatasan mendengar. Saat ini, Virgi merupakan Consumer Outreach Manager di US Supporting Family, yang mendukung mereka dalam perjalanan menggunakan implant rumah siput, serta menjadi professional di bidang koklear implant.

Subscribe blog MED-EL sekarang di blog.medel.com/id dengan memasukan email Anda untuk mendapatkan tips rehabilitasi terbaru setiap minggunya!

Comments

Artikel Rekomendasi