dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Ketika orang tua dan anak merasa jenuh dengan rutinitas terapi pada anak dengan gangguan dengar, bagaimana mengevaluasinya?

Orang tua adalah kunci dalam pengembangan kemampuan mendengar dan bebicara anak dengan gangguan dengar. Terkadang, orang tua memiliki kekawatiran, atau merasa bersalah ketika mereka tidak memiliki waktu untuk anak mereka. Anda mungkin merasa bahwa Anda butuh mengurangi beberapa aktivitas harian Anda, untuk lebih memusatkan perhatian Anda ke si kecil, khususnya untuk melakukan terapi rutin pada mereka, sehingga anak Anda bisa memenuhi jadwal terapis profesionalnya setiap minggu.

Lalu, sebenarnya berapa seringkah seorang anak harus bertemu dengan terapis profesional mereka, dalam rangka menjalani terapi?

Ada banyak faktor yang mempengaruhi, seperti sudah berapa lama mereka menggunakan implan rumah siput, berapa usia mereka, bagaimana perkembangan bahasanya saat ini dan sebagainya. Terapis Anda akan memandu Anda untuk memutuskan apa yang terbaik untuk si kecil, agar kebutuhan dan perkembangan mereka sebagai individu, bisa secara lengkap terpenuhi.

Pada umumnya, anak yang baru saja menggunakan implan rumah siput selama satu atau dua tahun, jika usia mereka lebih muda dari enam tahun, direkomendasikan bagi orang tua untuk mengajak si kecil mengikuti terapi dengan tenaga profesional seminggu sekali atau sekurangnya sebulan sekali. Fokus terapi pada anak gangguan dengar di sini adalah, lebih kepada bagaimana mengembangkan kemampuan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Saat kemampuan bahasa berkembang, dan ketika orang tua sudah mulai percaya diri dalam membantu mengembangkan kemampuan berbahasa anak di kehidupan sehari-hari, jadwal ini bisa mengalami perubahan.

Berita baiknya adalah, justru anak-anak akan lebih mudah belajar sesuatu dari orang tua mereka, melalui aktivitas sehari-hari yang dilakukan di rumah. Jadi, Anda tidak perlu merasa bahwa Anda harus selalu melakukan rehabilitasi mendengar secara terstruktur dan terencana, secara khusus untuk si kecil. Sebagai gantinya, Anda bisa fokus melakukan aktivitas harian bersama si kecil, dimana Anda bisa terlibat bersama.

Saat ini mungkin Anda bertanya, “Apa yang bisa Saya lakukan dengan mudah dan tidak membutuhkan banyak waktu, atau tidak terlalu membuat Saya menjadi sangat sibuk untuk membantu program terapi pada anak gangguan dengar tersebut?

Ini dia beberapa ide buat Anda!

  • Bicara, bicara dan banyaklah bicara. Bicaralah sepanjang aktivitas harian mereka, mulai saat mandi, mengganti baju, saat sarapan, saat di mobil, dan sebagainya.
  • Melakukan pekerjaan yang menyenangkan bersama, seperti melipat pakaian bersama dan menebak pakaian yang sedang dilipat milik siapa. Anda bisa mengajarkan anak membentuk kalimat juga loh, misalnya dengan menyebutkan “Ini baju Ayah” atau “Ini baju Kakak”
  • Mengatur meja makan bersama-sama dengan menyebutkan semua item yang tersaji di atasnya dan menentukan siapa yang akan duduk di masing-masing kursi.
  • Membaca buku bersama-sama. Hal ini akan menjadi kegiatan santai yang menyenangkan, dan cara bagus untuk mengembangkan kemampuan bahasa si kecil.
  • Bernyanyi bersama. Ini adalah kegiatan yang menyenangkan yang juga akan mengajarkan bahasa baru dan membantu anak belajar mengenal melodi dan volume yang berbeda.

Nah, kan, saat ini Anda sudah bisa memenuhi sesi terapi si kecil di rumah, jadi kapankah terapi pada anak gangguan dengar dianggap terlalu berlebihan bagi si kecil? Ini dia jawabannya!

  1. Saat orang tua menghabiskan banyak waktu bersama terapis profesional untuk menjalani sesi terapi, sementara baik orang tua dan anak sama sekali tidak merasa memiliki kesempatan lain untuk berbagi waktu bersama.
  2. Ketika orang tua merasa sangat letih, tidak antusias dan memiliki perasaan negatif lainnya. Hal yang paling penting diketahui oleh anak adalah, bahwa orang tuanya berada dalam kondisi yang baik untuk bermain bersama mereka di keseharian mereka. Anak akan belajar dengan baik ketika melihat orang tuanya pun dalam keadaan yang bahagia!

Bagian terpenting lainnya adalah, jangan lupa untuk memiliki waktu bersenang-senang untuk diri Anda sendiri. Berjalan-jalan, membaca buku, menonton filem favorit atau berolahraga bisa membuat Anda merasa lebih santai. Orang tua yang senang dan bahagia adalah guru yang baik bagi si kecil. Tidak ada yang lebih baik dibandingkan dengan berbagi kebahagian bersama keluarga, ketika melakukan aktivitas keseharian, yang kemudian menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Comments

comments

Artikel Rekomendasi