dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Artikel tentang keterampilan membaca dan menulis pada anak dengan gangguan dengar, selalu menarik untuk dibahas. Keterampilan membaca dan menulis memang akan menjadi beberapa keterampilan pertama yang akan dipelajari anak, ketika mereka memasuki dunia sekolah. Pada anak yang lebih besar, mereka juga akan segera bertemu dengan istilah-istilah baru yang lebih kompleks, seperti sajak, suku kata, aliterasi, dsb. Semua istilah ini, akan kita bahas dalam artikel kali ini. Istilah ini penting sekali untuk membantu anak Anda belajar membaca dan memahami bacaan. Kita akan mengenalkan masing-masing istilah ini kepada anak-anak.

1: Rima dan aliterasi
2: Campuran suku kata dan pembagian suku kata
3: Klasifikasi pencampuran nada dan pembagian nada

1: Rima dan aliterasi

Rima – ketika terdapat dua atau lebih kata yang memiliki suara yang sama di setiap akhir kata. Biasanya sajak memiliki suku kata yang serasi, tapi ejaannya tidak perlu serupa. Misalnya, “pasar, sasar “.

Aliterasi – saat dua atau lebih kata dimulai dengan suara yang sama. Misalnya, “sapu si supir”

Rima dan aliterasi adalah beberapa keterampilan membaca dan menulis pertama untuk memahami aksara, yang penting untuk dikembangkan pada saat anak dengan gangguan dengar belajar membaca. Hal ini juga merupakan petunjuk penting untuk membaca dan menulis. Berikut ini adalah beberapa gagasan atau cara, bagaimana Anda dapat mengasah kemampuan anak Anda untuk menggunakan Rima dan aliterasi:

  • Menyanyikan lagu yang memiliki berima
  • Membaca buku dengan rima
  • Memberikan penekanan kata-kata yang memiliki suara awal yang sama
  • Bersenang-senang mengulang kata berima
  • Menggunakan aliterasi untuk menargetkan ucapan tertentu
  • Memberi komentar pada kalimat sajak: “Oh, itu kata-kata sajak; mereka terdengar sama di bagian akhir”
  • Memberi komentar pada awal konsonanyang berulang: “Sammy suka sekali sushi; Wow itu ada banyak sekali bunyi / s / dalam kalimatnya.”

2: Menggabungkan dan Membagi Suku Kata

Menggabungkan suku kata – kemampuan untuk menempatkan suku kata yang berbeda, bersama-sama untuk membuat sebuah kata.
Membagi suku kata – kemampuan untuk mengidentifikasi suku kata yang berbeda dalam satu kata.

Berikut adalah beberapa ide untuk membantu anak Anda memahami tentang cara menggabungkan dan membagi suku kata:

  • Nyanyikan lagu dengan beat yang kuat pada setiap suku kata, misalnya “Cicak Cicak di Dinding.”
  • Tambahkan gerakan ke setiap suku kata
  • Bermain dengan mencampur kata-kata yang dipatahkan; “Coba tebak apa yang mama katakan! Tu….juh.”
  • Mengumpulkan atau mengetuk nama dan kata-kata, saat mengucapkan kalimat
  • Menghitung jumlah suku kata dengan kata-kata yang berbeda
  • Cobalah mengucapkan sepatah kata kemudian menyebut beberapa suku kata awal, dan minta anak menyelesaikan suku berikutnya. misalnya “Semangka….Semang …. “dan dorong anak Anda untuk mengatakan “ka ” untuk menyelesaikan kata.

3: Klasifikasi Menggabungkan dan Membagi fonem (bunyi bahasa)

Menggabungkan fonem – keterampilan untuk memberikan ‘penekanan’ ucapan untuk membuat sebuah kata. misalnya a …y….a ….h = ayah

Membangi fonem – keterampilan untuk mengidentifikasi suara individu dalam satu kata

Berikut adalah bagaimana Anda dapat membantu anak Anda memahami antara penggabungan dan pembagian fonem dalam mengasah keterampilan membaca dan menulis, yang juga dapat membantu mereka dalam berkomunikasi nantinya:

  • Berlatih dengan ‘merombak’ kata-kata. Gunakan beberapa jenis bantuan visual untuk mewakili suara yang berbeda, tapi bukan huruf. Misalnya Anda bisa menggunakan mainan huruf alfabet.
  • Pindahkan blok alfabet secara bersamaan untuk berlatih menggabungkan suara dan untuk membuat sebuah kata.
  • Melakukan permainan ‘membuat’ sebuah kata baru. Gabungkan suara ke awal kata lain. Misalnya, “Katakanlah ‘mi’. Sekarang, ayo buat sebuah kata baru dan ucapkan ‘a’ sebelum ‘mi’. a .. mi … yang membuat ‘ami!”
  • Bicaralah tentang posisi suara dalam kata-kata. Misalnya, “Bisakah Anda mendengar suara ‘sh’ di awal kata sheep?” atau jika dalam bahasa Indonesia dengan bertanya, “bisakah Anda mendengar suara ‘sh’ sebelum katan sholat?

Bagaimana, suka dengan artikel untuk membantu anak mengembangkan ketarampilan membaca dan menulis mereka? Jika ya, jangan lupa berlangganan Blog MED-EL Indonesia, untuk mendapat lebih banyak tips yang dapat membantu Anda meningkatkan kemampuan mendengar, keterampilan berkomunikasi, dan banyak lagi!

Comments

Artikel Rekomendasi