dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Gangguan dengar satu sisi atau Single Side Deafness (SSD) terjadi ketika terdapat gangguan pendengaran di satu telinga, dan telinga lainnya dalam keadaan yang normal. Anak-anak dengan SSD sangat mungkin mengalami kesulitan saat mendengar atau saat belajar di lingkungan belajar yang bising. Untuk mereka yang mengalaminya, penggunaan implan pendengaran sangat disarankan, karena akan membantu mereka untuk:

  • Menentukan dari mana suara berasal
  • Memahami percakapan di lingkungan yang bising
  • Mendengarkan dari jarak jauh

Dalam artikel kali ini, kita akan mendengarkan beberapa pendapat dari orang tua yang memberikan alat bantu dengar pada anaknya yang mengalami SSD, dan sekit banyaknya juga telah mendapatkan manfaat dari alat bantu dengar. Jennifer Parenti, dari Amerika Serikat, merupakan Guru Tuna Rungu dan senang membantu orang-orang yang mengalami masalah pendengaran. Putranya, yang juga mengalami gangguan pendengaran berat di satu sisi, adalah penerima implan koklea. Dalam posting ini, Jennifer akan merefleksikan perjalanannya sendiri bersama putranya, dan akan membagikan tipsnya untuk para orang tua lainnya.

*********************************

Ketika putra saya hampir berusia empat tahun dia didiagnosa mengalami gangguan pendengaran sangat berat, di sisi telinga kirinya, namun normal di sisi yang kanan. Saat itu, saya dan suami sangat terkejut mengetahui bahwa dia akan mengalami gangguan pendengaran! Ada masa dimana kami tidakpercaya akan hal ini. Kami terus bicara di telinga kirinya, untuk mengetahui apa yang terjadi dan apakah ia memahaminya.

Sampai akhirnya, kami segera menyadari bahwa sudah waktunya bagi kami untuk mulai berpikir tentang terapi terbaik untuk mendukung si kecil. Setelah banyak melakukan penelitian, kami membuat keputusan untuk membuatnya kembali bisa mendengar. Putra saya menerima implan rumah siput, di usia 5 tahun. Saat ini ia berusia delapan tahun.

Berikut ini gambaran tentang manfaat besar yang kami lihat, sejak putra kami menggunakan implan rumah siput:

  • Dia tidak lagi meminta kami untuk mengulangi perintas atau komentar sesering dulu.
  • Dia tidak mendekatkan tubuhnya atau mengarahkan telinganya yang mengalami gangguan dengar ke orangyang berbicara.
  • Kemampuannya untuk menavigasi restoran yang bersuara bising telah sangat berkurang.
  • Kecemasannya saat berada di ruang kelas / tempat bermain juga telah berkurang.
  • Ketika ditanya “kapan dan moment apa adik paling suka dengan alat bantu dengar adik?” Dia akan lantas menjawab “di sekolah, implan rumah siput justru banyak membantu saya di sekolah”

Kami juga telah mengubah lingkungan sekitar kami kami untuk mendukung kemampuannya dalam mendengarkan kami. Hal yang kami lakukan adalah:

  • Mematikan TV saat kami berbicara dengannya
  • Mendekatinya dan mengfokuskan perhatiannya terlebih dahulu sebelum berbicara dengannya
  • Mematikan radio saat sedang makan malam
  • Kami mendorongnya untuk memberi tahu kami jika dia tidak mengerti
  • Kami mendorongnya untuk meminta kami mengulani hal-hal yang belum ia tangkap, jika diperlukan.
  • Kami berbagi lebih banyak tentang kisah keluarga Jennifer, dan menjadi member berlangganan untuk mendapatkan cerita MED-EL Blog terbaru!

Apakah Anda ingin membaca lebih banyak cerita tentang orang-orang dengan SSD? Di Blog ini Anda bisa menemukan artikel dari Johanna, musisi profesional dan penyanyi dengan SSD yang kembali bisa bermusik berkat implan rumah siput.

Comments

Artikel Rekomendasi