dalam ARTIKEL TAMU

Menggunakan satu buah implan rumah siput di usia 1,5 tahun dan menggunakan implan ke dua di usia 10 tahun, ternyata memberikan Linnea Haga banyak pencapaian. Gadis 19 tahun ini kini adalah seorang mahasiswi di Universitas of Florida, Jurusan Animasi. Sebuah jurusan yang ia impikan sejak lama, karena kelak ia ingin bekerja di perusahaan pencetak filem-filem animasi terkemuka, seperti Disney.

Keterbatasan Mendengar yang Tidak Meruntuhkan Impiannya

Mendengar wawancara Linnea Haga dengan Rumah Siput Indonesia, mungkin banyak orang tua dengan anak pengguna implan rumah siput bertanya, bagaimana membersamai tumbuh kembang anak-anak dengan gangguan dengar, yang sudah menggunakan imlan rumah siput, agar bisa mencapai hasil yang optimal sehingga ia bisa percaya diri mencapai cita-citanya.

Linnea Haga mengungkapkan, apa yang dicapai saat ini tak pernah lepas dari dukungan dan kerjasama keluarga untuknya yang terus memberikannya semangat untuk bisa maju, tanpa melihat keterbatasan yang dimiliki.

“Saya bisa masuk ke sekolah umum dan menjadi yang terbaik di Angkatan saya. Saya juga berhasil masuk ke Universitas favorit saya, dimana hanya 30 orang saja yang bisa diterima di jurusan tersebut.” Tuturnya mengungkapkan apa hal yang paling membuatnya bangga selama ini.

Namun, terlepas dari rasa bangga tersebut, terselip juga ucapan bangga pada orang tua yang selalu mendukungnya sampai saat ini. Menurut Linnea, ada banyak hal-hal baik yang diajarkan oleh kedua orang tuanya, termasuk tentang mengejar cita-cita tanpa menjadikan gangguan pendengaran yang saya alami sebagai penghalang.

“Saya pikir prilaku yang tidak membedakan saya sebagai orang dengan masalah pendengaran, adalah sesuatu yang membuat saya merasa selalu nyaman dan percaya diri dengan alat implan rumah siput ini” tuturnya menggambarkan bagaimana orang tuanya selalu bersikap bijaksana kepada dirinya.

Perjalanan Mendengar yang Penuh Tantangan

Menjadi pengguna implan rumah siput, bukan berarti segala hal mudah. Selain menghabiskan banyak waktu untuk menjalani terapi AVT, Linnea juga harus melakukan adaptasi pada beberapa lingkungan mendengar di sekelilingnya.

“Hal yang paling menantang adalah, saat saya harus berada di kerumunan yang bising, dimana saya menjadi sulit untuk menerima percakapan.” Tuturnya. Linnea juga mengungkapkan bahwa ia juga kerap kesulitan saat berada di kantin sekolah. Tidak hanya itu, saat harus berkumpul bersama teman-temannya di restoran atau pun sebuah pesta, Linnea membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi untuk menangkap percakapan. Hal ini disebabkan oleh bising di sekitar, suara percakapan yang sering menggema atau memantul atau pun pembicara yang kerap berganti-ganti secara cepat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka Linnea harus bisa menjadi advokat untuk dirinya sendiri. Linnea akan memberitahukan kepada teman-temannya bahwa ia adalah pengguna implan rumah siput agar mereka dapat memahami jika terkadang ia membutuhkan bantuan mereka untuk mengulangi pembicaraan. “Saya juga biasa bertanya pada orang di sebelah saya, dan mereka semua bisa mengerti hal tersebut.”

Ibunda Linnea : Membersamai Tumbuh Kembang Linnea dengan Hal Positif

Dalam kesempatan yang sama, MED-EL juga sempat mewawancara Ibunda dari Linnea. Dalam wawancara tersebut MED-EL menanyakan tentang bagaimana menemani anak-anak dengan gangguan dengar yang menggunakan implan rumah siput, sampai mereka tumbuh dewasa.

“Saya ingat sekali, saat pertama saya memanggil nama Linnea, butuh waktu beberapa lama sampai ia memahami namanya sendiri. Dan ketika akhirnya dia menengok, hal itu sangat menakjubkan” Kata Ibuda Linnea.

Menurutnya, setiap orang tua yang memiliki anak dengan masalah pendengaran harus memahami terlebih dahuku bahwa anak butuh banyak latihan untuk melakukan penyesuaian, dengan suara atau bunyi yang tidak masuk akal pada awalnya. Setiap orang tua tidak bisa berharap mereka akan mendengar sama cepatnya seperti pendengaran normal seutuhnya. Dibutuhkan terapi, latihan dan tentu butuh banyak waktu. Butuh waktu sebelum anak memahami kata kata, mulai berbicara dan seterusnya.

Lalu, ada juga yang harus kita pahami sebagai orang tua. Seperti saat kita memiliki alat baru, dimana kita harus menggunakannya, tapi anda tidak tahu caranya, seperti itulah ibunda Linnea menggambarkan implan rumah siput pertama kalinya. Kita baru mengenal implan lalu harus mulai memahaminya kerjanya, belajar menggunakannya dan disanalah otak akan melakukan penyesuaian.

“Dan yang tak kalah penting adalah, jangan lupa untuk bersenang-senang dengan anak Anda. Anak anda sama dengan anak lainnya, yang ingin bermain dan kadang bertingkah konyol. Dan jangan memperlakukan mereka seolah mereka terbuat dari kaca atau apapun yang berbeda. Mereka sama seperti anak anak lainnya. Gunakan semua moment yang ada sebagai sarana ntuk berbicara. Jadi bicaralah yang banyak, bersikap konyol, bernyanyi, bermain dan bersenang-senang.” Tambahnya.

Ibunda Linnea menuturkan kisahnya saat menjalani terapi AVT dengan Linnea, dimana ketika ia bepergian ke supermarket, ia selalu mengajak Linnea berbicara. Mereka bicara tentang beras, bentuknya, fungsinya, awalnya itu seperti tidak masuk akal, tapi ketika mereka mulai berbicara, maka mereka akan mulai banyak memiliki kosakata. “Jadi saya ingin mentakan bahwa peluang itu selalu ada dan ada banyak harapan untuk anak anda.”

Linnea Haga : Inilah Cara Kami Mendengar!

Sama seperti Ibunda, Linnea pun menitipkan pesan untuk semua orang tua anak dengan gangguan dengar di Indonesia.

“Yang terpenting untuk diketahui bahwa anak akan tumbuh dengan alat implan sebagai bagian dari hidupnya. Selama ini saya tidak pernah menganggap implan bagian terpisah dari hidup saya. Ini adalah telinga saya. Sebagaimana telinga Anda adalah telinga Anda.” Tuturnya.

Linnea Haga menyebutkan pentingnya selalu mengikuti terapi AVT dan mengikuti instruksi dokter Anda. Menurutnya memang hal ini membutuhkan banyak usaha pada anak-anak, tapi ketika mereka dewasa setiap orang tua akan melihat pencapaiannya, akan melihat buah dari usaha Anda.

Yang juga penting menurut Linnea adalah, untuk tidak menangani anak dengan memaksakan diri, hanya karena mereka tidak memiliki pendengaran yang normal. Setiap orang tua, hanya perlu tahu bahwa beginilah cara anak-anak mendengar dan tidak ada yang salah dengan hal ini.

“Anak dengan gangguan dengar sama mampunya dengan anak-anak lainnya. Ini juga sangat penting untuk diketahui anak-anak, agar mereka maju dan percaya diri.”

Comments

Recent Posts