dalam KIAT DAN SARAN

Tertawa dapat menambah kebersamaan kita, jika kita tidak sering bercanda, bisa membuat kita terasa terisolasi.

Humor merupakan alat yang berkontribusi positif pada interaksi sosial manusia, untuk membangun hubungan, termasuk sebagai salah satu cara untuk mengomunikasikan pikiran, perasaan, dan keyakinan kita. Kami juga menggunakan humor untuk membantu kami memahami dunia kami, mencoba ide-ide baru dan berpikir dengan cara yang baru, juga cara yang berbeda. Lalu, perlukah kita belajar tentang bagaimana mengembangkan selera humor anak-anak?

Menghaturkan humor membutuhkan keterampilan sosial saat seseorang menggunakanya, selain itu, dibutuhkan juga kemampuan emosional dan kognitif termasuk Teori Pikiran, yang digunakan untuk memahami perspektif orang lain. Tetapi, banyak anak dengan gangguan pendengaran mengalami keterlambatan dalam mengembangkan selera humor anak tersebut.

Dalam artikel blog kali ini, kami akan mengajak Anda untuk melihat tahapan khas dari perkembangan selera humor anak, serta beberapa ide ‘kecil’ yang akan membuat Anda dan anak Anda tertawa bersama dalam waktu singkat. Ide kecil ini bias Anda lakukan Bersama anak Anda, sambal mengisi waktu di rumah aja saat ini.

Apa Yang Dimaksud Dengan Humor?

  • Humor ini adalah sesuatu yang menceritakan tentang hal-hal yang tidak terduga atau pun hal yang dianggap lucu atau konyol (mis., Menemukan kuda mainan di lemari es).
  • Untuk mengenali humor tentang yang tidak terduga ini, anak-anak harus terlebih dahulu memahami apa saja yang dianggap normal. (mis., kuda mainan tidak masuk lemari es)
  • Humor itu lucu

Tahap Satu: Menggunakan Objek Dalam Cara Yang Tidak Terduga

Cara sederhana untuk membantu mengembangkan selera humor anak adalah dengan menggunakan benda-benda, yang diaplikasikan dengan cara yang tidak terduga, sehingga tersedia sesuatu yang dapat menghibur.
Sebagai contoh:

  • Pisang digunakan sebagai ponsel
  • Sebuah waslap digunakan sebagai topi
  • Sebuah kotak digunakan sebagai sepatu

Ide untuk kegiatan:

  • Gunakan benda-benda yang sudah dikenal, dengan cara yang berbeda dan tidak masuk akal, lalu tunjukkan kepada anak Anda bahwa hal tersebut adalah hal yang lucu dengan cara tersenyum dan tertawa.
  • Tersenyumlah dan tertawa ketika anak Anda menirukan Anda, atau menggunakan objek yang berbeda dengan cara yang lucu.
  • Tambahkan sebuah kalimat untuk menjelaskan mengapa itu lucu (mis., Oh lucu banget … Adik meletakkan kotak di kaki adik. Ibu jadi tidak dapat menggunakan kotak itu untuk sepatu. Adik pasti tidak bisa berjalan dengan kotak di kaki adik)
  • Gunakan intonasi yang berlebihan ketika berbicara tentang hal yang lucu, untuk menarik perhatian anak Anda pada kata-kata dan emosi positif yang ada dalam suara Anda.

Tahap Dua: Memberi Objek Atau Tindakan Nama Yang Salah

Pada tahap dua untuk mengembangkan selera humor anak, Anda bisa menggunakan benda atau tindakan yang diberi sebutan nama yang salah untuk hiburan dan membuat orang lain tertawa.

Sebagai contoh:

  • Seorang anak menunjuk ke telinga mereka ketika ditanya, “di mana matamu?”
  • “Ini topiku” … dengan senyum nakal saat memegang sepatu.
  • Seorang anak yang mengetahui lirik lagu dengan sengaja menyanyikan kata yang salah (mis., balonku ada delapan)

Ide untuk kegiatan:

  • Pastikan anak Anda mengetahui kata-kata atau kalimat yang ‘benar’ sebelum Anda mulai menunjukkan contoh-contoh dari tahap humor ini
  • Gunakan metode ‘Mendengarkan Dahulu’ untuk memberi tahu anak Anda tentang suatu objek atau tindakan yang akan Anda perlihatkan kepada mereka. (mis., “Lihat di kotak ini. Ini buku”. Atau, “Perhatikan mama, perhatikan mama … mama akan melompat”)
  • Kemudian ungkapkan tentang objek atau lakukan sebuah tindakan yang tidak sesuai dengan kata-kata dan tunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda menikmati permainan ini dengan cara tertawa dan tersenyum. Tambahkan kata-kata untuk menjelaskan lelucon itu (misalnya “Haha, aku bilang buku … tapi itu mobil.” Atau, ” (suara mendengkur) …. Haha, aku bilang aku akan melompat tapi aku malah tertidur”).
  • Tersenyum dan tertawalah ketika anak Anda meniru apa yang Anda lakukan atau memikirkan untuk melakukan ‘trik’ yang berbeda.

Pelajaran tentang ‘humor’ ini merupakan tahap yang penting dalam perkembangan mereka. Tetapi Anda mungkin ingin menetapkan beberapa batasan dan menjelaskan kapan ini semua dianggap sudah cukup untuk mereka. Terlalu banyak melakukan hal ini juga dikhawatirkan bisa membatasi pembelajaran bahasa dan pengembangan pribadi mereka.

Tahap Tiga: Mengubah Fitur Benda, Hewan, atau Manusia

Di tahap tiga dalam mengembangkan selera humor anak, Anda dapat mengubah fitur benda, hewan, atau pun orang, untuk membuat sesuatu yang mustahil atau konyol.

Sebagai contoh:

  • Seekor kuda berkata ‘moo’.
  • Babi bisa terbang.
  • Seorang pria memiliki 4 kaki.

Ide untuk kegiatan:

  • Gunting gambar hewan (di sini ada beberapa contoh yang bisa Anda cetak di rumah) dan potong kepala dari tubuh. Bermainlah dengan mencampurkan kepala dan tubuh hewan bersama-sama dan temukan yang paling lucu. Coba dan buatlah sebuah nama lucu untuk hewan baru itu. (mis., kepala tikus pada tubuh domba = timba)
  • Mainkan permainan ‘Benar’ atau ‘Salah’; Bentuklah sebuah kalimat baru, lalu tanyakan apakah kalimat itubenar atau salah (mis., “Ayah memiliki 2 mata.” Atau “Seekor tikus dapat mengambil seekor gajah.”) Game ini juga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar tentang dunia sekitar kita. Siapkan smartphone untuk memeriksa jawaban Anda.
  • Cari jenis humor ini di buku anak-anak dan tunjukkan kepada anak Anda. Tunjukkan kelucuan di humor ini dengan cara tersenyum dan tertawa dan jelaskan mengapa menurut Anda itu lucu. (mis., “Lucu sekali … Seekor bebek mengendarai truk …. Kan bebek tidak bisa menyetir”)

Tahap Empat: Menceritakan Lelucon Dengan Bahasa dan Tindakan

Pada tahap empat untuk mengembangkan selera humor anak, gunakan bahasa dan tindakan untuk menceritakan sebuah lelucon. Keterampilan kesadaran fonologis dan pemahaman tentang berbagai kata yang bermakna mungkin diperlukan di sini. Dengan lelucon yang lebih kompleks, keterampilan Theory of Mind juga diperlukan untuk memprediksi pikiran, perasaan, dan keyakinan orang lain.

Sebagai contoh:

  • Ke mana sapi pergi ketika mereka bosan? … ke bioskop.
  • Apa yang memiliki empat roda dan lalat? … Sebuah truk sampah.
  • Lelucon penguin. Anda dapat mengunduh dan mencetak lelucon ini untuk mengajarkan kepada anak Anda. Gunakan konsep teory of mind dan ekspresi wajah untuk membantu Anda menjelaskan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang-orang dalam lelucon tersebut.)

Ide untuk kegiatan

  • Perbanyak kosakata dengan cara mengenalkan anak Anda dengan kata-kata yang terdengar sama tetapi memiliki arti berbeda (mis. Beruang dan telanjang).
  • Mainkan game menggunakan banyak kata yang bermakna. Pikirkan sebanyak mungkin kalimat yang berbeda untuk menggambarkan makna yang berbeda dari satu kata. (mis., Ia memukul bola dengan sapu. Sapu terbang itu milik seorang petani di desa. Petani melap wajahnya dengan sapu tangan.)
  • Gunakan kata-kata yang berhubungan dengan keadaan mental (mis. Berpikir, merasakan, mengingat, bertanya-tanya, marah, bersemangat) saat berbicara dan berbagi cerita dengan anak Anda. Luangkan waktu untuk menjelaskan apa yang orang pikirkan dan rasakan dan jelaskan bagaimana Anda mengetahui hal itu.
  • Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa lelucon itu lucu. Bisa jadi karena bunyi dalam kata-kata atau makna dari suatu kata atau hal-hal yang lain untuk memahami apa yang dipikirkan atau dirasakan seseorang.

Apakah Anda sedang mencari lebih banyak cara untuk membantu anak Anda meningkatkan keterampilan komunikasi mereka? Jangan lupa untuk membaca artikel Rehabilitasi di rumah kami.

Comments

Recent Posts