dalam KIAT DAN SARAN

Tahukah Anda, bahwa anak-anak dengan pendengaran yang normal, dapat mendengar lebih dari 30 juta kata sebelum usia mereka 4 tahun? Penelitian menyebutkan, anak dengan gangguan dnegar, perlu paparan suara yang lebih banyak, untuk mendapatkan manfaat yang sama.

Anak-anak membutuhkan kosakata yang luas, untuk mereka bisa menjadi seorang pembaca yang baik, karena mereka cenderung belajar membaca sebuah kata, yang sebelumnya sudah mereka kenali dalam bahasa lisan sehari-hari. Kita tahu, bahwa anak-anak juga akan mempelajari makna sebuah kata-kata yang mereka dengar. Misalnya, mereka akan mempelajari beragam nama buah, saat kita mengajari mereka membuat salad buah. Orang tua harus banyak bicara, bicara dan bicara agar anak dapat belajar kosakata baru, dan memiliki banyak kosakata, yang akhirnya akan membantu mereka saat mereka belajar membaca.

Dalam artikel ini, kita akan mengetahui enam strategi sederhana yang bisa digunakan saat kita dan si kecil belajar kosakata baru, saat berkomunikasi dengan mereka. Akan ada beragam situasi yang digunakan. Di artikel ini akan dicontohkan situasi saat mempersiapkan pesta ulang tahun, Anda bisa menggunakan 6 strategi ini untuk setiap aktivitas komunikasi di keseharian Anda dan si kecil, seperti pada asaat Anda mengganti pakaian si kecil atau menyiapkan makan malam bersamanya.

6 Ide untuk Belajar Kosakata Baru dengan si Kecil

1: Beri penekanan pada kata baru yang Anda ucapkan. Berikan tekanan akustik atau tambahan petunjuk sehingga membuat kata tersebut menonjol dalam sebuah kalimat.

2: memberikan ilustrasi atau demonstrasi. Tunjukkan gambar pada anak Anda, menggunakan isyarat atau tindakan lainnya, untuk membantu Anda menerjemahkan makna kata baru tersebut. Misalnya. “lihat, ini dia gambar hiasannya, ada balon dan juga pita”

3: Memberikan definisi. Jelaskan kepada si kecil tentang arti kata tersebut dengan kata-kata sederhana, misalnya, “Dekorasi adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat benda menjadi bagus atau indah.”

4: Kaitkan kata yang baru dengan kata-kata lain yang sebelumnya sudah diketahui oleh si kecil. Misalnya. “Kita akan membuat dekorasi untuk kue ulang tahun, agar kue tersebut menjadi cantik dan menarik. Ingat, gak, kita pernah juga bisa meletakan kepingan coklat di atasnya dan menabur sedikit keju.”

5: Ulangi kembali kata baru tersebut dalam percakapan. Misalnya. “Mama pikir kita harus menemukan beberapa hiasan untuk membuat pesta ulang tahun Kakek terlihat lebih seru. Menurut kakak, hiasan seperti apa yang kita perlukan, ya?

6: Mengajarkan Perumpamaan. Perumpamaan adalah strategi menggunakan kata-kata ‘seperti’ untuk membandingkan dua hal. Perbandingan ini baik untuk digunakan, saat anak belajar kosakata baru, karena akan membantu si kecil memahami hubungan antara kata-kata tersebut. Hal ini juga membantu mereka mengingat kata-kata ini. Perumpamaan membantu anak-anak untuk belajar lebih banyak, tentang bagaimana orang lain berpikir. Inilah beberapa contohnya:

  • Bisakah Kakak diam seperti tikus?
  • Jack berlari secepat kucing.
  • Belanjaan Mama beratnya, seberat gajah.
  • Suara truk itu bergemuruh keras, seperti guntur.

Anda mungkin juga bisa menggunakan perumpamaan untuk membantu anak Anda lebih paham tentang panca inderanya, seperti :

Pengelihatan: Mata nenek biru, seperti warna langit
Pendengaran: Bayi itu tertawa, suaranya seperti lumba-lumba
Penciuman: Sepatu kamu bau sekali seperti kandang sapi
Sentuhan: Tangan kakek sangat kasar seperti pasir
Rasa: Permen di atas kue tersebut rasanya asam seperti lemon

Tahapan belajar kosakata baru ini akan membantu anak Anda mendengar lebih banyak kata, dan Anda akan lebih cepat mencapai tarket 30 juta kata yang didengat, seperti anak tanpa gangguan dengar.

Semangat belajar kosakata baru dengan si kecil, ya!

Artikel Rekomendasi