dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Bermain adalah salah satu cara terbaik untuk membantu anak Anda yang menggunakan implan rumah siput atau pun alat bantu lainnya, untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar mereka. Jika usia anak Anda di bawah tiga tahun, mungkin ada sedikit tantangan untuk mengajak si kecil bermain dengan fokus, karena anak seusia ini masih sering terganggu dengan aktivitas yang monoton, sehingga sedikit sulit untuk mengikuti aktivitas yang terstruktur, dalam waktu yang lama.

Blog MED-EL Indonesia, kali ini membagikan beberapa tips dalam bermain, untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar anak, sekaligus untuk memaksimalkan waktu bermain bersama anak agar efektif, sehingga manfaat permainan tersebut untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar anak bisa tercapai.

8 Cara Bermain untuk Membantu Mengembangkan Kemampuan Berbicara dan Mendengar Anak

1. Jangan terlalu asyik bermain sendiri

Jangan terlalu asyik dengan permainan dan aturan yang Anda buat sendiri, sehingga mengabaikan kepentingan si kecil. Terlalu asik bermain juga akan membuat Anda mengabaikan perhatian Anda dari anak Anda, sehingga tujuan Anda untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar si kecil menjadi tidak tercapai. Ketika Anda mengajak si kecil bermain, tempatkan porsi si kecil lebih besar dalam permainan tersebut, dan Anda yang mengikutinya.

2. Pastikan si kecil paham dengan permaianannya

Perhatikan dan dengarkan anak Anda dengan seksama guna memastikan bahwa ia cukup paham dengan apa yang Anda katakan dan juga apa yang Anda inginkan. Ketika anak belajar bicara, mereka akan lebih mudah memahami kata-kata Anda, jika Anda berbicara dibarengi dengan tindakan, secara bersamaan.

3. Buka akses yang mudah ke mainan

Ciptakan lingkungan dimana si kecil mudah dan bebas mengambil mainan atau benda apapun yang bisa ia mainkan dengan aktif. Ya, anak-anak memang lebih suka bergerak aktif mengambil mainan yang mereka sukai, dibandingkan hanya menonton atau duduk menyimak sebuah permainan. Dengan memberikan anak Anda kemampuan untuk memilih apa yang ia sukai dan memiliki akses mudah ke mainan tersebut, maka Anda dapat membantu imajinasinya tumbuh.

4. Kelompokkan tema permainan yang serupa

Cobalah menghadirkan mainan yang saling berhubungan satu sama lain. Misalnya, jika Anda memiliki mainan kucing, maka jangan lupa juga membawakan mainan seperti mangkuk, susu, pita dan bel. Hal ini memungkinkan si kecil untuk bermain dengan semua mainan tersebut, dan berinteraksi dengan aktif satu sama lain.Anda juga bisa memancing si kecil membuat cerita, seperti ia berpura-pura menjadi kucing dan bersuara, “sekarang, kucing mau minum susu!” lalu Anda membuatkan susunya.

5. Ikuti minat anak Anda

Biasanya, anak-anak seringkali hanya mengikuti kepentingan orang dewasa. Kali ini, Anda harus bisa memperhatikan apa yang diminati anak Anda, dan juga berupaya mengikuti arahan mereka. Sebenarnya ini sangat sederhana, misalnya, ketika si kecil mendorong mobil, Anda ikut mendorong. Tujuannya adalah bermain bersama. Dengan begitu, Anda telah memberikan kesempatan pada anak Anda untuk bertanya atau bercerita sambil bermain. Hal ini praktis sekali untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar si kecil.

Baca : Bermain dengan Playdough untuk Menambah Kosakata Baru Anak

6. Bersabarlah

Dalam bermain, anak Anda kemungkinan akan mengulangi tindakan yang sama berulang-ulang, seperti meletakkan bola ke dalam kotak. Mereka akan memberitahukan hal ini kepada Anda berulang kali dengan semangat saat mereka bisa melakukannya. Bersabarlah menghadapi hal ini, dan bantulah anak Anda melakukan apa yang mereka inginkan. Sepanjang beraktivitas, teruslah membicarakan apa yang sedang terjadi, sehingga si kecil bisa menghubungkan kata-kata dengan tindakan Anda. Mungkin, Anda memiliki keinginan lain untuk bermain dengan mainan tersebut, dan si kecil tidak mengikuti petunjuk Anda, atau tetap bermain dengan pola yang sama. Tetaplah bersabar dengan kondisi tersebut.

7. Perkaya anak Anda dengan ide atau gagasan

Ketika si kecil kehilangan minatnya untuk bermain dalam satu permainan, maka cobalah memberikan gagasan atau ide permaianan yang baru, tapi masih terkait dengan apa yang mereka lakukan. Misalnya, ketika si kecil bermain boneka dan cangkir, Anda bisa mengambilkan saputangan dan melap mulut boneka tersebut, dengan mengatakan bahwa ada minuman yang masih menempel di bibir si boneka. Jangan lupa, tetap berkomunikasi seiring dengan tindakan yang Anda lakukan pada si boneka.

Baca : Membuat Kue Istana Sekaligus Membangun Kemampuan Komunikasi si Kecil!

8. Mengetahui kapan permainan harus diakhiri

Ya, bermain memang menyenangkan, apalagi jika bisa membantu mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar si kecil. Mengajak anak melakukan hal baru akan membuat ia memiliki banyak kosakata baru. Tapi, hal ini tidak lantas membuat Anda dan si kecil bebas melakukan apapun dan melangkah terlalu jauh, apalagi jika hal tersebut tidak tepat untuk dilakukan. Misalnya, saat Anda mengajak si kecil bermain gelembung sabun, dan si kecil tiba-tiba mengambil sabun dan menumpahkannya dengan sengaja ke lantai, maka Anda boleh mencegahnya. Anda bisa mengatakan “Tidak, kita tidak bermain permainan seperti itu!” Lalu dengan tenang mengambil sabun dari tangan anak Anda, untuk menghentikan aktivitasnya.

Nah, apa komentar Anda tentang tips bermain di atas? Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Beritahukan pada kami melalui kolom komentar di bawah ini!

Jika Anda merasa terinspirasi, jangan lupa subscribe Blog MED-EL Indonesia. Kami masih memiliki banyak sekali artikel tentang cara mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar si kecil, yang dapat Anda terapkan di rumah bersama anak Anda!

Comments

Artikel Rekomendasi