dalam Dewasa, KIAT DAN SARAN

Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan para pengguna implan rumah siput adalah, “Apakah saya masih bisa mengemudikan kendaraan secara legal?”

Dalam banyak kasus, jawabannya adalah iya. Namun, banyak pengguna implan rumah siput yang khawatir akan hal tersebut, bisa karena takut tidak lulus test mendapatkan SIM dan sebagainya. Nah, dikarenakan lebaran sudah datang, dan mungkin Anda salah satu orang yang akan bepergian bersama keluarga, dengan membawa kendaraan pribadi, berikut tips mengemudikan kendaraan untuk orang dengan gangguan dengar yang menggunakan implan rumah siput.

Memiliki Surat Izin Mengemudi

Memang benar, ada banyak sekali hal-hal yang membingungkan tentang bagaimana caranya seseorang dengan gangguan pendengaran dapat mengemudikan kendaraan dengan menggunakan implan rumah siput. Walaupun demikian, tidak ada penelitian yang pernah memaparkan bahwa, ketika memiliki gangguan pendengaran, maka seseorang akan lebih sering mengalami kecelakaan ketika berkendara. Bahkan, ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa, rata-rata orang dengan gangguan pendengaran lebih jarang mengalami kecelakaan mobil dibandingkan para pembalap.

Di beberapa negara maju, untuk seseorang pengguna implan rumah siput yang ingin mengemudikan kendaraan, untuk mendapatkan SIM caranya hampir sama dengan orang yang tanpa gangguan dengar. Artinya, tidak ada pengecualian apapun dalam proses pengujiannya. Hal yang sama juga berlaku di Indonesia. Walaupun di Indonesia ada ketentuan soal para difabel akan mendapatkan SIM D, namun bukan berarti tertutup peluang mereka untuk mendapat SIM A, B atau C dengan beberapa ketentuan.

Tentu saja, sama seperti seseorang yang memakai kacamata, sangat penting bagi petugas untuk mengetahui bahwa Anda telah menggunakan implan rumah siput atau alat bantu lainnya saat akan melakukan test untuk mendapatkan SIM. Di beberapa negara maju, hal ini merupakan salah satu persyaratan agar mendapat izin mengemudikan kendaraan.

Memang, tidak setiap negara mengizinkan seseorang dengan gangguan pendengaran mengemudikan kendaraan bermotor. Menurut Federasi Tunarungu Sedunia, setidaknya ada 26 negara yang tidak memberikan izin pada penyandang tunarungu untuk mendapatkan SIM.

Kabar baiknya adalah, ketentuan ini mungkin saja berubah suatu saat. Misalnya saja India, sampai dengan awal tahun 2011 belum ada izin bagi penyandang gangguan pendengaran untuk memiliki lisensi mengemudikan kendaraan. Dan, baru di akhir 2011 aturan ini mulai dihapuskan, dan izin pun dikeluarkan untuk orang dengan gangguan dengar untuk bisa mendapatkan lisensi mengemudikan kendaraan.

Tips Saat Mengemudikan Kendaraan

Untuk semua pengemudi. Baik orang dengan gangguan dengar atau juga orang tanpa gangguan dengar, tetaplah konsentrasi menjaga pandangan Anda selama berkendara. Nah, berikut adalah tips mengemudikan kendaraan khusus untuk orang dengan gangguan dengar agar tetap aman di jalan:

Yang pertama adalah, kurangi kebisingan sebisa mungkin. Kebisingan di jalan (seperti: suara ban, mesin, angin bertiup, dan rem) kekerasannya bisa sampai 79dB, dan ini lebih keras daripada volume percakapan. Karenanya, lebih baik Anda mencari cara untuk mengurangi bising tersebut agar bisa lebih berkonsentrasi. Cara yang paling sederhana adalah dengan menutup jendela atau mematikan radio.

Jangan menggunakan telepon saat Anda mengemudikan kendaraan. Di beberapa negara, hal ini memang dilarang untuk semua pengemudi, karena akan mengalihkan konsentrasi Anda saat berkendara.

Perhatikan isyarat visual. Gunakan mata Anda untuk melihat kondisi pengemudi lain yang sedang berkendara; Jika tiba-tiba banyak pengemudi yang bergerak ke pinggir jalan, maka kemungkinan ada mobil ambulan atau pemadam kebakaran yang akan lewat. Jika Anda melihat adanya lampu yang berkedip di depan, ini bisa menjadi indikasi untuk Anda untuk memperlambat kendaraan dan memperhatikan jika ada kendaraan berhenti mendadak.

Manfaatkan teknologi. Ya, Anda bisa memanfaatkan alat bantu seperti FM sistem, di mana dengan alat ini seseorang akan menggunakan mikrofon dan suara akan langsung dikirim ke audio prosesor. Dengan begitu, suara yang Anda dengar akan lebih kuat, dan tentu saja kebisingan sekitar pun akan berkurang. Alat ini juga bisa Anda gunakan saat Anda akan mengajukan izin mengemudikan kendaraan, agar Anda lebih jelas mendnegar suara instruktur. Untuk informasi lanjutan tentang FM sistem, Anda bisa melihatnya di sini.

Manfaatkan juga alat lainnya, yang tidak ada hubungannya dengan implan rumah siput atau alat bantu lain, seperti cermin add-on. Cermin ini memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, seperti lingkaran atau persegi panjang, sehingga Anda dapat dengan mudah melihat keadaan sekitarnya. Anda pun dapat mengetahui sumber suara dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Akhirnya, pastikan audio prosesor Anda selalu bekerja dengan baik. Ini adalah saran yang paling utama. Jangan lupa membawa baterai cadangan, agar audio prosesor tetap bisa bekerja tanpa hambatan, sehingga perjalanan Anda pun selalu lancar dan Anda percaya diri selama mengemudi.

Jika Anda adalah pengguna implan rumah siput, dan memiliki pertanyaan tentang peraturan mengemudi di negara Anda, Anda bisa belajar lebih banyak dengan menghubungi Lembaga yang berwenang menangani masalah mengemudi di negara Anda.

Referensi

  • Jokinen, M. (31 March 2009) WFD Statement on Deaf People’s Rights to Drive a Car or Other Vehicles. Retrieved from http://www.wfdeaf.org/wp-content/uploads/2011/04/WFD-Statement-on-Deaf-Peoples-right-to-drive-a-car-or-other-vehicles-updated-31-March-20091.pdf

 

Comments

Recent Posts