dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Karena setiap momen adalah penting untuk melatih kemampuan mendengar si kecil, tak terkecuali saat cuara panas berubah menjadi hujan. Manfaatkan setiap momentnya!

Sama seperti negara lainnya, di Indonesia pun kita kerap mengalami pergantian musim, walaupun hanya ada dua musin di Indonesia. Indonesia memang tidak mengalami musim seperti musim semi dan musim gugur, namun bukan berarti Indonesai tak istimewa. Setiap pergantian musim, akan menjadi salah satu kesempatan menarik tersendiri untuk kita melatih kemampuan mendengar si kecil.

Caranya tentu dengan mengajak si kecil bepergian keluar rumah. Ya, pergilah keluar rumah, nikmati perubahan cuaca yang terjadi. Bicara dan banyaklan berbicara. Dengan demikian, Anda berupaya melatih kemampuan mendengar dan berbahasa mereka.

Memilih Pakaian untuk Pergi Ke luar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, melatih kemampuan mendengar anak bisa Anda lakukan dengan mengenalkan rutinitas sehari-hari, seperti saat berpakaian. Lalu, apa hubungannya dengan cuaca?

Ya, Anda bisa memperhatikan cuaca di luar saat Anda akan bepergian. Jika Anda melihat cuaca yang cerah, Anda bisa mengajak anak Anda menggunakan baju kaos dengan warna yang terang. Anda bisa mengajaknya mengenalkan beberapa warna terang yang ada di kaos anak Anda. Nah, jika cuaca mendung, Anda bisa mengajaknya mengenal kosakata tambahan lain seperti jas hujan, jaket atau sweater.

Contoh Aktivitas untuk Melatih Kemampuan Mendengar Anak Saat Pergantian Cuaca

  • Bicaralah tentang hal-hal yang Anda putuskan, beserta dengan alasannya. Misalnya, mengapa Anda menggunakan jaket saat cuaca mendung dan dingin, mengapa Anda memilih memakai sepatu boot dan bukan sepatu sendal. Katakan hal-hal yang mengandung kosa kata dan pengertian baru, dan berbicaralah sebanyak mungkin. “Sepertinya baju jaket dan sepatu lebih cocok kita pakai, karena cuaca mendung dan dingin. Supaya kita tidak masuk angin!” Katakan banyak hal, ajarkan si kecil mendengar lebih banyak.
  • Cobalah untuk membuat Anak Anda menemukan pakaian yang ia butuhkan sendiri, dengan memberikannya sedikit petunjuk. Misalnya dengan mengatakan, “Cuaca di luar mendung, adik butuh baju hangat. Bisa ambilkan jaket biru bergaris putih di lemari?” Lihatlah, apakah anak Anda dapat memahami permintaan Anda. Jika mereka mengalami kesulitan, Anda dapat membantu mereka dengan memendekkan frasa kalimat yang Anda berikan, misalnya dengan mengajak si kecil membuka lemari lalu mengatakan, “coba temukan jaket biru bergaris putih!” Biarkan ia mencoba memahami Anda dan bergerak mengambil sesuatu di dalam lemarinya.
  • Jika anak Anda masih kesulitan memahami apa yang Anda minta, maka saatnya Anda mencoba menjabarkan instruksi Anda. Bukalah lemari bersama anak Anda, ulangi intruksi Anda sambil menjabarkannya, “Ini lemarik adik. Semua baju disimpan di sini. Di bagian bawah lemari, kita bisa temukan banyak jaket. Bisa tidak adik ambilkan jaket biru bergaris putih?” Lalu, carilah bersama-sama. Ketika menemukannya, katakan, “ Ini dia! Jaket biru bergaris putih yang kita cari!”

Namun, tahapan demi tahapan tersebut harus dijalani perlahan-lahan. Petunjuk apapun yang bersifat visual harus diminimalisir, karena ini adalah aktivitas mendengarkan. Petunjuk visual memang bisa membantu Anda dalam menyampaikan pesan, namun mengurangi kesempatan untuk melatih kemampuan mendengar si kecil.

Berjalan-Jalan ke Luar Rumah

Contoh Aktivitas Mendengar yang Bisa Dilakukan Bersama si Kecil di Luar Rumah
Saat Anda berjalan-jalan ke luar rumah, bicarakan tentang segala perubahan yang Anda dan si kecil alami, terkait dengan lingkungan Anda. Misalnya, cuaca cerah yang tiba-tiba mendung, mendung yang tiba-tiba hujan, dan sebagainya. Semakin banyak hal yang Anda bicarakan, semakin si kecil berupaya untuk lebih berusaha mendengarkan Anda, dan kemudian belajar bahasa baru dari apa yang mereka amati. Hal ini juga akan membantu mereka memperluas pengetahuan tentang dunia di sekitar mereka.

  • Jika cuaca sedang panas, Anda mungkin bisa berbicara tentang bagaimana matahari bersinar cerah, bagaimana daun-daun mengering karena panas, bagaimana padi mulai menguning, dan beberapa makanan yang mulai banyak diperjualbelikan di jalanan saat musim panas. Anda bisa mengatakan, “Mari kita mencari buah semangka, melon atau pun nanas, supaya tubuh segar. Atau Kita pergi makan es campur!” Tentu lakukan keterampilan mendengar ini sambil benar-benar menemukan makanan yang dimaksud.
  • Jika saat itu sedang di musim penghujan, Anda bisa menjelaskan tentang hujan dan awan. Tentang bagaimana bunga tiba-tiba terlihat lebih subur atau justru pohon pisang yang bisa saja mati karena terlalu banyak air. Anda bisa menunjukan perbedaanya dengan saat cuaca panas. Anda bisa bicara soal jalanan yang tergenang atau mungkin banjir di beberapa tempat. Anda juga bisa mengajak anak Anda membeli makanan yang bisa menghangatkan, seperti, “Mari, kita beli jahe hangat, wedang ronde atau bubur kacang hijau!”
  • Ajak anak Anda untuk mendengarkan suara alam, seperti suara angin, gemuruh, kicauan burung dan sebagainya. Ceritakan semuanya pada mereka dengan mimik yang bersemangat, biarkan mereka berusaha menangkap, apa yang Anda sedang ceritakan melalui semangat Anda bercerita!

Nah, perubahan cuaca pun bisa menjadi salah satu momen untuk mengenalkan kosakata baru, untuk melatih kemampuan mendengar dan berbahasa anak Anda bukan. Jadi, mulai sekarang, jangan abaikan setiap momen yang ada dan berubah dalam hidup Anda. Karena setiap momen memberikan kesempatan tersendiri buat si kecil mengembangkan kemampuan mendengar dan berbahasa mereka.

Suka dengan artikel-artikel tentang pengembangan bahasa dan kemampuan mendengar anak? Subscribe blog MED-EL Indonesia untuk mendapatkan informasi dan tips terbaru kami langsung ke inbox Anda!

Artikel Rekomendasi