dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Apakah Anda berpikir bahwa bayi Anda terlalu muda untuk diajarkan membaca? Tidak semuanya! Mengenalkan buku kepada bayi Anda sejak dini, bahkan dapat membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka suatu saat nanti. Dalam artikel kali ini, Frances Clark dari Auditory Verbal UK, menceritakan bagaimana tips memanfaatkan waktu untuk mengenalkan buku kepada bayi Anda!

Membaca bersama adalah salah satu cara pengasuhan terbaik. Bila anak Anda baru saja didiagnosa dengan gangguan pendengaran, atau pun anak Anda sudah menggunakan alat bantu dengar atau pun implan rumah siput, buku-buku selalu dibutuhkan untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam bermain, mendengar dan berbahasa. Buku juga merupakan benda yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan bayi Anda. Karenanya mengenalkan buku pada bayi Anda, boleh dilakukan sejak dini.

Sekitar usia 6 bulan, perhatian bayi Anda terhadap sesuatu akan mulai berkembang. Hal ini bisa menjadi momen dimana Anda dan bayi Anda memiliki satu pemikiran yang sama. Misalnya, saat Anda menunjuk ke sebuah gambar, bayi Anda pun akan mengikuti arah tangan Anda. Di waktu yang sama, Bayi Anda mungkin akan memahami tentang hubungan sebab akibat – yaitu, bila Anda melakukan sesuatu hal, maka hal yang lain mungkin terjadi. Nah, jangan si-siakan kesempatan ini untuk mengenalkan buku kepada bayi Anda.

Bagi banyak bayi yang mengalami gangguan pendengaran, mereka akan berada di tahap awal belajar untuk mendengar, setelah mereka menggunakan alat atau pun audio prosesor baru mereka. Tapi, bukan berarti ketika anak Anda belum menggunakan alat bantu dengar atau implan rumah siput, Anda harus menunda itu semua. Anda tetap harus merangsang bagian pendengaran di otak anak Anda, untuk lebih mempercepat keterampilan mendengar dan berbahasanya, saat ia menggunakan alat nanti.

Bagaimana agar acara mengenalkan buku kepada bayi Anda menjadi sebuah moment yang lebih menyenangkan? Inilah beberapa ide yang bisa kami berikan pada Anda:

Gunakan buku untuk bermain:

  • Gunakan buku sebagai pembatas dengan wajah bayi Anda. Tutupi bayi dengan selimut dan mainkan permainan cilukba!
  • Gunakan benda sehari-hari untuk berinteraksi sesuai dengan apa yang ditampilkan di buku. Misalnya, mencontoh adegan memberi makan bayi dengan sendok, atau menyeka bayi dengan sapu tangan bayi.

Gunakan untuk mengembangkan kemampuan mendengar:

  • Bacalah buku dengan ritme, rima dan pengulangan. Bahkan, jika anak Anda sedang dalam tahap menunggu implan rumah siputnya terpasang, mereka masih bisa menangkap beberapa informasi suara dengan frekuensi rendah. Rhythm, rima dan pengulangan akan merangsang bagian otak yang bertanggung jawab untuk frekuensi rendah, sehingga memberikan input pendengaran pada bayi Anda.
  • Bicaralah langsung — ucapkanlah kata dan kemudian perlihatkan gambar-gambar terkait kepada bayi Anda. Misalnya, katakan “shhhhhhh!” Lalu tunjukkan gambar bayi yang sedang tidur; “Mmm mmm” lalu perlihatkan gambar bayi saat makan. Mereka pun lantas akan dapat belajar berinteraksi dengan buku, dengan meniru cara makan bayi dengan sendok.

Gunakan untuk mengembangkan bahasa:

  • Gunakan bahasa sehari-hari untuk berinteraksi dengan bayi yang ada dalam buku, seperti “selamat tinggal” saat Anda menutup buku dan lalu melambaikan tangan ke bayi; “Cium” lalu berikan bayi di buku tersebut ciuman.
  • Banyak sekali buku yang sesuai dengan bayi Anda. Salah satu yang menyediakan buku untuk bayi Anda adalah AVUK, yang memungkinkan Anda melakukan banyak kegiatan dan fitur ini, bersama dengan bayi dan anak-anak yang sudah menggunakan teknologi pendengaran — kunjungi toko AVUK untuk informasi lebih lanjut.

Selamat berbagi dan mengenalkan buku kepada bayi Anda!

Ingin membuat anak Anda membaca? Yuk, baca artikel lainnya di sini.

Jangan lupa untuk berlangganan Blog MED-EL Indonesia, untuk mendapatkan berita lainnya tentang tips rehabilitasi atau tulisan ahli setiap minggunya.

Comments

Recent Posts