dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Dengan strategi sabotase percakapan, belajar berkomunikasi menjadi lebih menyenangkan dan menantang!

Pernahkah Anda memperhatikan saat anak Anda terlihat tidak fokus terhadap sebuah percakapan, atau terkadang memberikan jawaban yang tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan? Terkadang anak-anak dengan gangguan dengar sangat akrab dengan beberapa istilah atau pun frase, yang biasa digunakan sehari-hari di situasi tertentu, dan kemudian mereka gunakan dalam percakapan, padahal bisa jadi mereka tidak benar-benar aktif mendengarkan atau memahami apa yang sedang dikomunikasikan. Nah, istilah “Sabotase” kami gunakan sebagai sebuah strategi untuk mengetahui, apakah benar terjadi interaksi dalam komunikasi pada anak Anda. Strategi ini juga dapat membantu memperluas kemampuan berbahasa mereka, termasuk membantu mereka untuk mendengar pembicaraan secara aktif.

Apa itu ‘Strategi Sabotase Percakapan’?

‘Strategi Sabotase percakapan’ terjadi ketika Anda sengaja untuk mengondisikan sebuah masalah atau membentu suatu situasi yang sulit. Berada dalam kondisi ini berguna bagi anak Anda untuk belajar mengembangkan komunikasi, atau membuat anak merasa butuh berkomunikasi dan menjelaskan sebuah alasan. Dalam praktenya, kami berupaya menyediakan kesempatan bagi satu kelompok diskusi yang terdiri dari dua orang (berpasangan) untuk memberitahu pasangan diskusi lain, tentang sebuah masalah, dan kemudian meminta bantuan mereka untuk menyelesaikannya.

Mengapa Kita Menggunakan Startegi Sabotase Percakapan

Strategi sabotase digunakan untuk beberapa alasan, diantaranya:

Memastikan Bahwa Seseorang Telah Mendengar dengan Aktif

Strategi sabotase ini diharapkan dapat memastikan bahwa, pendengar dapat mendengar secara aktif sehingga benar-benar memahami apa yang dikatakan. Ada beberapa patokan isyarat berbeda yang akan kita gunakan selama percakapan, untuk membiarkan pasangan diskusi kita mengetahui bahwa kita benar-benar mengerti apa yang mereka katakan. Isyarat yang digunakan adalah seperti mengangguk dan tersenyum, atau isyarat verbal seperti kata-kata “ya”, “uh-huh”, “OK”, “wow”. Kata kata ini berfungsi untuk memperlama durasi percakapan. Mereka akan memberitahukan pembicara bahwa kita mendengarkan mereka dengan aktif. Menggunakan strategi sabotase akan membuat kita dapat memeriksa, apakah seorang anak akan menggunakan isyarat ini, bahkan di kondisi dimana sebenarnya mereka tidak mengerti apa yang dikatakan lawan bicaranya.

Anak-anak dengan gangguan pendengaran dapat menggunakan isyarat atau kata bantu, untuk menjaga agar komunikasi dua arah tetap terjadi, bahkan ketika mereka tidak dapat mendengar pesan dengan jelas, atau jika bahasa yang digunakan dalam komunikasi terlalu sulit untuk mereka memahami. Anak Anda mungkin menggunakan beberapa isyarat ini, sehingga mereka tidak harus menunjukkan bahwa sebenarnya mereka mengalami kesulitan untuk memahami, terutama dalam situasi yang sulit, seperti di kelas atau di kelompok diskusi yang besar. Anda dapat menggunakan strategi sabotase, untuk mengetahui apakah anak Anda memahami dengan baik apa yang sedang dibicarakan.

Contohnya:

Anda : “Mau bermain game?”
Anak Anda: “Ya”
Anda: “Permainan apa yang ingin kamu mainkan?”
Anak Anda: “Ya.” (Jawaban yang salah).
Anak Anda mungkin membutuhkan pengulangan pertanyaan agar lebih bisa memahami pertanyaan Anda, sehingga mereka bisa memberikan respon yang lebih tepat.
Anda: “Apakah kita bisa bermain dengan bola atau kereta?” (Bertanyalah tanpa menggunakan objek mainan sebagai pilihan, cukup suara saja)
Anak Anda: Mengangguk
Anda: “Apakah kita bisa bermain bola atau kereta?” (bicara sekali lagi, lalu tunjukan anak Anda pilihan mainan dengan objek bola atau kereta, ketika Anda bicara tentang pilihan tersebut. Hal ini akan memudahkan anak Anda memahami maksud Anda)
Anak Anda: Mengambil bola
Anda: “Oh, adik mau main bola? Coba adik mengatakan ‘saya ingin bola”(Pegang bola di luar jangkauan anak – ini adalah langkah lain dari strategi sabotase. Anak Anda mungkin akan berkata : iya ini, tapi Anda hasru membujuk mereka mengatakan “Adik mau bola” untuk meminta bola tersebut.
Anak Anda: “Adik mau bola.”

Membuat Komunikasi Menjadi Menari dengan Melakukan Hal yang Todak Biasa

Strategi sabotase dapat membantu dalam membuat sebuah aktivitas komunikasi menjadi menarik dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak yang sudah pandai mendengar dan berbahasa dengan lebih baik. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan membentuk situasi yang aneh atau absurd, atau bisa dibilang situasi yang tidak masuk akal, dalam rutinitas sehari-hari.

Berikut ini contohnya:

Buatlah suatu aktivitas di mana anak Anda sangat tertarik untuk berkomunikasi dengan Anda tentang aktivitas itu. Misalnya, Anda bisa memberikan anak Anda garpu untuk makan sup, atau Anda seolah-olah akan memakai sepatu anak Anda di kaki Anda yang besar. Anda juga bisa mencampur beragam kata pada lirik lagu, atau membuat lirik yang salah yang sebelumnya sudah sangat dihapal oleh anak Anda, atau Anda juga bisa membuat akhir cerita yang berbeda dari sebuah dongeng yang sudah akrab di telinga mereka. Ide ini dilakukan agar si kecil peka dengan sebuah perubahan dari rutinitas yang biasa mereka alami, dan melihatnya sebagai sesuatu yang aneh, sehingga mereka merasa butuh untuk mempertanyakan atau berkomunikasi tentang hal itu.

Misalnya:

Anda: “Balonku ada dua”
Anak Anda: “Bukan, itu salah!”
Anda: “Maksudnya? Memang seperti itu—Balonku ada dua!”
Anak Anda: “Bukan!Balonku ada lima!”
Anda:” Lima? Baiklah, kenapa lagunya ‘Balonku ada lima’ bukan ‘ada dua’?”
Anak Anda: “Karena memang begitu!”
Anda: “Bukan ada dua?”
Anak Anda: “Buka! Balonnya lima!”
Anda: “Oke, Apa saja warnanya?”
Anak Anda: “Hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru!”
Anda: “Ya, Sepertinya memang ada lima. Kamu benar. Ah, ya, Mama ingat, yang ada dua itu lagu yang lain ‘Burung kakak tua, hinggap di jendela, nenek sudah tua, giginya tinggal dua!’ Ya kan?”
Anak Anda: “Ya, nenek sudah tua, giginya tinggal dua”

Inti dari strategi sabotase adalah, memastikan bahwa Andalah yang akan menjadi orang yang membuat dan mengontrol jalannya sebuah permasalahan dalam sebuah komunikasi, dan anak Anda akan menjadi orang yang menyelesaikan masalah tersebut. Ketika Anda bisa menarik perhatian mereka dan berpura-pura tidak bisa mengatasi masalahnya, maka Anda telah memberikan kesempatan kepada anak Anda untuk berpikir dalam menyelesaikan masalah tersebut. Awalnya, cobalah untuk tetap berpura-pura tidak paham apa yang anak Anda coba sampaikan, sampai Anda sendiri yakin bahwa anak Anda telah mencoba mengomunikasikan pesan yang ingin disampaikannya dengan efektif, dari segi tata bahasa.

Untuk anak yang masih dalam tahap awal belajar pengembangan bahasa, satu kata untuk menjelaskan mungkin masih bisa ditoleransi. Namun untuk anak yang masuk dalam tahap lanjutan dalam pengembangan bahasa, dibutuhkan jawaban dalam bentuk frasa atau kalimat jelas dalam memaparkan masalah atau solusinya.

Situasi ini membuat kita sadar bahwa, bisa jadi ada hubungan antara belajar sesuatu dengan strategi sabotase dan mengondisikan anak Anda dalam situasi yang bermasalah. Ketika anak Anda mengalami kesulitan menunjukkan kepada Anda apa permasalahannya dan / atau cara untuk mengatasinya, bentuklah strategi sabotase percakapan saat melakukan terapi. Dalam hal ini, Anda harus bisa menunjukkan kepada anak Anda bahasa yang dapat sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu, yang berfungsi untuk memecahkan masalah, dan mendukung mereka dengan mengajak memecahkan masalah bersama-sama! anak Anda akan belajar dari Anda mengenai bahasa yang diperlukan untuk memecahkan masalah melalui strategi sabotase percakapan ini di masa depan.

Artikel ini ditulis oleh Ingrid Steyns, Ahli Speech-Language Pathologist, Listening and Spoken Language tersertifikasi dan Konselor dari Pusat Rehabilitasi terpercaya

Suka artikel ini saat mengajarkan anak Anda bagaimana mendengarkan dengan efektif? Temukan strategi lainnya yang bisa digunakan untuk membantu komunikasi interaksi dan meningkatkan kemampuan berbahasa dan berpikir anak Anda di blog kami. Subscribe Blog Medel Indonesia dengan memasukan email Anda dan dapatkan tips rehabilitasi setiap minggunya melalui email Anda.

Comments

Artikel Rekomendasi