dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Walau terdengar seperti menciptakan situasi stress pada anak, strategi sabotase percakapan sebenarnya memiliki manfaat yang sangat banyak untuk melatih anak bicara.

Sekadar mengingatkan kembali, bahwasannya waktu yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak Anda adalah, saat terjadi interaksi yang baik antara orang tua dan anak, selama menjalani rutinitas harian mereka. Hal ini disebabkan oleh, anak dengan gangguan dengar akan lebih mudah akrab dengan kosakata umum atau frasa yang digunakan, dalam situasi tertentu.

Karenanya, amatlah penting untuk setiap orang tua memastikan bahwa, anak Anda terlibat aktif dalam berbagai interaksi, dan bisa bekerjasama dalam membangun hubungan timbal balik yang positif.

Seperti yang telah disebutkan dalam tulisan pertama yaitu “Stragtegi Sabotase Percakapan untuk Memastikan Anak Anda Mendengar dengan Aktif”, yang mana menjelaskan tentang pentingnya sabotase dalam percakapan, untuk memastikan apakah si kecil Anda benar-benar memahami isi percakapan dan aktif dalam mendengar di situasi tertentu. Sabotase sendiri merupakan, strategi yang digunakan untuk tidak hanya mengetahui apakah anak terlibat aktif dalam sebuah interaksi dan komunikasi, tetapi juga bermanfaat untuk memperluas perkembangan bahasa mereka.

Mengingat Kembali tentang Strategi Sabotase Percakapan!

Sabotase dalam percakapan terjadi ketika Anda, baik orang tua atau pun terapis wicara, dengan sengaja membuat masalah atau mempersulit situasi dalam sebuah interaksi, untuk melihat bagaimana anak merespon situasi yang sulit tersebut. Hal ini dapat digunakan untuk membuka kesempatan anak dalam belajar berkomunikasi. Anda akan memposisikan diri sebagai seseorang yang membentuk anak memiliki kebutuhan atau alasan untuk berbicara.
Nah, ini dia tambahan lima tips lagi untuk Anda, yang bisa diterapkan dalam strategi sabotase percakapan untuk mengenalkan kosakata dan bahasa pada si kecil:

1. Mengajak anak melakukan kegiatan mewarnai bersama-sama di meja. Anda telah menyiapkan kertas untuk mewarnai, namun Anda bisa menyembunyikan pinsil warna atau krayon mereka. Berikan si kecil waktu untuk merespon bahwa, kegiatan mewarnai ini tidak bisa dimulai tanpa krayon atau pinsil warna. Biarkan mereka menentukan sikap dengan cara bertanya dimana krayon, atau apa yang harus dilakukan jika tidak ada krayon.

2. Kunci lah lemari atau laci tempat Anda menyimpan mainan si kecil. Ketika anak Anda ingin bermain, maka mereka akan berupaya untuk membuka lemari mainan tersebut. Sayangnya, mungkin mereka tidak bisa melakukannya karena lemari terkunci. Nah, lihatlah reaksi mereka, tunggu mereka merespon dengan bertanya mengapa lemari tidak bisa dibuka, dimana letak kunci lemari, dan sebagainya. Jangan terburu-buru untuk membantu mereka. Ingat, Anda sedang menjalankan strategi sabotase percakapan. Anda bisa menanyakan kepada mereka apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi situasi sulit ini bersama-sama. Inilah saatnya belajar berbahasa!

3. Ketika anak Anda meminta makanan atau minuman, berikan pada mereka segelas cangkir kosong tanpa air atau piring kosong tanpa makanan apapun, lalu berpura-puralah bahwa Anda telah memenuhi keinginan mereka. Lihatlah bagaimana si kecil merespon strategi sabotase percakapan Anda kali ini. Arahkan mereka untuk bertanya dan menjelaskan tentang apa yang salah dengan yang Anda lakukan.

4. Tempatkan sebuah benda di tempat yang tak selayaknya, lalu arahkan anak untuk menemukannya. Misalnya, meletakan mainan mobil-mobilannya di dalam lemari es, sepatu di dalam bak mandi di saat ia akan mandi, atau menempel sebuah stiker di kening Anda, dan Anda berpura-pura tidak menyadarinya. Anak Anda akan melihat ini sebagai sesuatu yang aneh, dan ia akan mulai memberikan respon pada hal tersebut. Doronglah mereka untuk berbicara mengenai apa yang aneh dan arahkan untuk memberi tahukan solusinya. Biarkan mereka memberitahukan Anda dimana seharusnya benda-benda tersebut berada.

5. Adakalanya si kecil membutuhkan bantuan untuk membuka tutup botol, tutup toples atau benda apapun yang tertutup rapat. Nah, berpura-puralah jika Anda pun tak sanggup membukanya, dan tahan diri Anda untuk membantu si kecil dengan segera. Tunggulah reaksi mereka, lihat apakah mereka akan meminta bantuan pada orang lain, atau akan bertanya sesuatu pada Anda. Jadikan sesi ini menjadi sesi tanya jawab untuk sama-sama mencari solusi. Anda bisa memintanya untuk meminta tolong pada orang lain dengan mengatakan, “tolong bukakakan ini, ayah!” Anak akan menambah frasa-frasa baru dalam rutinitas harian mereka.

Memang, beberapa orang tua menganggap strategi sabotase percakapan ini justru bisa memancing anak menjadi stress, perbedaannya tipis, tapi sebenarnya berbeda. Kenali keadaan anak saat Anda akan menerapkan strategi ini, misalnya saat anak sedang gembira, atau saat anak sedang siap melakukan terapi, sehingga yang Anda lakukan menjadi bermanfaat. Dengan Anda menunjukkan kepada si kecil beberapa bahasa yang dapat digunakan dalam situasi tertentu untuk membantu memecahkan masalah, sekaligus berada di posisi mereka sebagai orang yang memiliki masalah yang sama yang harus dipecahkan, Anda telah mengajarkan sesuatu interaksi, bukan membuatnya mengalami stress. Bukan hanya keterampilan berbahasa, Anda juga tengah mengajarkan keterampilan lain seperti mengambil keputusand an membuat pemecahan masalah.

Baca juga : Bermain Playdough untuk Menambah Kosakata Baru

Anda suka melakukan aktivitas habilitasi dan rehabilitasi dengan strategi sabotase percapakan ini? Terus ikuti Blog MED-EL Indonesia, karena kami akan terus mengirimkan beberapa tips mengembangkan strategi sabotase dalam percakapan ini kepada Anda.

Subscribe Blog MED-EL Indonesia denganmemasukan email Anda dan dapatkan informasi terbaru mengenai habilitasi dan rehabilitasi anak dengan gangguan dengar langsung ke email Anda!

Comments

Artikel Rekomendasi