dalam KIAT DAN SARAN, Rehabilitasi di Rumah

Artikel rehabilitasi di rumah kali ini adalah tentang tentang “Srategi Penekanan Akustik”. Ini merupakan teknik sederhana yang dapat Anda gunakan sepanjang hari, ketika Anda berbicara dengan si kecil.
Kami akan memaparkan lebih mendalam mengenai apakah itu strategi penekanan akustik, sekaligus menjelaskan beberapa cara sederhana tentang penekanan akustik yang Anda dapat Anda gunakan di rumah untuk membantu perkembangan bicara dan bahasa anak Anda.

Apa Itu “Penekanan Akustik”?

Penekanan akustik adalah strategi yang digunakan saat mengajar anak Anda tentang bunyi, kata-kata atau struktur kalimat baru. Kami menggunakan strategi penekanan akustik ini untuk memberi penekanan pada suara atau kata tertentu, yang membuatnya lebih menonjol dibanding frasa atau kalimat yang lain. Ketika seseorang salah memahami suatu kalimat, sering kali kita akan menggunakan strategi penekanan akustik ini untuk menarik perhatian mereka, misalnya, “Tidak, saya ingin dua cappuccino dan satu teh tolong”.

Mengapa “Penekanan akustik” Penting?

Penekan akustik memudahkan anak Anda untuk mengidentifikasi informasi penting seperti hal-hal yang menonjol dalam kalimat yang diucapkan.
Penggunaan strategi penekanan akustik juga dapat membantu anak Anda untuk bisa mengucapkan sesuatu lebih jelas. Jika anak Anda mengatakan suara yang salah, ulangi kalimat mereka dan berikan apenakanan akustik pada kesalahan suara yang telah mereka buat, tetapi ucapkan kata dengan cara yang benar. Ingat, jangan ulangi suara kesalahan mereka. Adalah penting bahwa anak Anda sebaiknya mendengar bagaimana suara itu harus dihasilkan dengan benar. Misalnya, jika anak Anda berkata “Aku bisa melihat itan”, Anda bisa mengatakan “Ya, aku juga bisa melihat ikannya!

Bagaimana Saya Bisa Menggunakan “Strategi Penekanan Akustik?”

Berikut ini beberapa cara untuk menambahkan strategi penekanan akustik ke percakapan Anda:

  • Tambahkan penekanan pada kata-kata yang penting dengan mengubah nada suara Anda.
  • Tambahkan nada nyanyian ke suara Anda ketika Anda mengucapkan kata kunci, untuk menarik perhatiannya: nyanyikan apa yang Anda katakan!
  • Ucapkan kata itu sedikit lebih keras atau lebih lembut daripada kalimat lainnya: bisikkan … apa yang akan kita lakukan?
  • Berhentilah sejenak sebelum mengucapkan kata kuncinya: jika anak Anda memberi tahu Anda tentang hari dan berkata, “Saya pergi ke kolam hari ini,” berikan jeda sebelum kata / pergi /: “Anda pergi ke kolam renang hari ini.”
  • Ucapkan kata-kata dengan intonasi yang lebih lambat, untuk mengeluarkan suara yang mungkin hilang: “Oh, Kakak akan pergi ke passsssaaaarrr?”

Dalam video ini, Jessica dan ibunya sedang bermain dengan playdough. Ibu Jessica menambahkan strategi penekanan akustik pada kata-kata kunci dalam kalimat dan instruksinya, untuk menarik perhatian Jessica pada informasi yang dianggap penting. Misalnya dia berkata “Mari kita buat mulut yang panjang dan tipis“.

Berikut beberapa cara lain untuk mengaplikasikan strategi penekanan akustik di rumah:

Kegiatan Apa Yang Dapat Kita Lakukan Dengan Anak-Anak Muda?

  • Gunakan mainan favorit anak Anda untuk mengajarkan kata-kata baru. Saat bermain dengan anak Anda, pikirkan bagaimana Anda bisa bermain dengan mainan itu dengan cara yang berbada dan menambahkan kata-kata baru untuk memperluas pustaka kosa kata mereka. Gunakan starategi penekanan akustik untuk menarik perhatian mereka ke kata-kata yang baru dan setelahnya menggunakan kata tersebut bersama dengan kata-kata yang sudah mereka pahami. Misalnya, ketika bermain dengan mobil Anda bisa bicara tentang “Ayo mengendarai mobil melalui terowongan”, “mobil saya akan parkir di belakang bus”, “anak-anak perlu berhati-hati. Mereka harus menyeberang di persimpangan pejalan kaki, sehingga supir bisa melihat mereka ”.
  • Anak-anak kecil sangat suka jika Anda membacakan sesuatu kepada mereka berulang-ulang, terutama buku favorit mereka. Saat melakukannya, gunakan kesempatan ini untuk menerapkan strategi penekanan akustik untuk mengajari anak Anda kata-kata baru. Misalnya, jika Anda telah membaca “The Hungry Caterpillar” berkali-kali sebelumnya dan berbicara tentang warna dan angka, lain kali tambahkan kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan makanan dan bagaimana perasaan setiap karakter di buku tersebut. Misalnya, “Dia memakan apel merah renyah”, “Ulat itu lelah. Dia kelelahan. Dia perlu istirahat ”.

Kegiatan Apa Yang Dapat Kita Lakukan Dengan Anak-Anak yang Lebih Tua?

  • Saat menyortir cucian, ajari anak Anda untuk menggunakan petunujuk kepemilikan pada suatu barang (misalnya “tas ibu”). Gunakan strategi penekanan akustik untuk menarik perhatian pendengaran anak Anda pada kata yang harus mereka tambahkan setelah nama “Ini adalah baju Ayah”, “Ini adalah celana pendek Hannah”.
  • Ajari anak Anda untuk menggunakan ‘sebuah’ dan ‘dan’ dalam kalimat, dengan permainan memori belanja dan penggunaan strategi penekanan akustik. Bergantianlah menambahkan benda ke daftar belanja (tidak ditulis, tetapi lisan) dan lihat apakah Anda dapat mengingat semuanya. Misalnya, “Saya pergi belanja dan membeli sekotak susu, dan sepotong roti.” “Saya pergi berbelanja dan membeli sekotak susu, sepotong roti, dan sebungkus biskuit”. Gunakan penekanan akustik untuk menarik perhatian anak Anda pada penggunaan ‘sebuah’, ‘sekotak’, dan kata ‘dan’ dalam frasa.

Tertarik dengan informasi lain tentang Rehabilitasi di rumah? Lihat semua video kami di halaman intro Rehabilitasi di rumah kami!

Cari tahu lebih lanjut tentang cara kerja implan rumah siput dan bagaimana mereka dapat membantu Anda atau anak Anda untuk mendengar lebih baik.
Jangan lupa juga untuk berlangganan Blog MED-EL Indonesia, dan pastikan Anda mendapatkan semua artikel terbaru kami dari Blog MED-EL langsung ke email Anda!

Comments

Artikel Rekomendasi