dalam KIAT DAN SARAN, Rehabilitasi di Rumah

Yeay, MED-EL Indonesia kembali dengan postingan terbaru tentang Rehabilitasi di rumah!

Artikel Rehabilitasi di Rumah kali ini akan membahas tentang kata-kata berima. Mengenal dan memahami tentang kata-kata berima adalah sebuah keterampilan penting untuk anak Anda, sebelum mereka belajar membaca dan menulis.

Mengapa Rima Penting?

Sebelum anak Anda dapat mulai membaca dan menulis, penting bagi mereka untuk mengembangkan ‘kesadaran fonologis’ – yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan suara dalam kumpulan kata-kata, dan memahami bagaimana suara yang berbeda dapat disatukan untuk membuat kata-kata. Saat kami mengucapkan sepatah kata, pada dasarnya kami sedang menggabungkan berbagai suara dalam pola yang berbeda. Mendengar pola-pola ini secara berulang kali, akan membuat anak Anda berkesempatan untuk mengenali, bagaimana bahasa lisan tersebut terbentuk dari pola-pola ini.

Rima atau sering disebut persajakan, adalah salah satu cara untuk menarik perhatian anak Anda, pada berbagai pola suara yang digunakan dalam bahasa lisan. Ketika Anda membacakan sajak kepada anak Anda, Anda bisa menarik perhatian mereka pada adanya kesamaan pola suara tertentu. Hal ini menunjukkan kepada anak Anda, bagaimana suara yang berbeda dapat bekerja sama untuk membuat kata-kata yang serupa.
Misalnya, kata ‘mawar’, ‘pasar’, dan ‘tikar, semua terdengar sama karena diakhiri dengan pola suara‘ -ar ’yang sama. Ketika anak Anda mendengar sajak melalui lagu atau dengan cara membaca, mereka sedang membangun pemahaman mereka tentang bagaimana pola suara tersebut dikelompokkan secara bersama-sama. Anak Anda akan menggunakan pengetahuan ini untuk mulai mencocokkan huruf dengan suara, ketika mereka mulai membaca dan menulis.

Bagaimana Saya Dapat Membantu Anak Saya Memahami tentang Kata-Kata Berima (Persajakan)?

Anda dapat membantu membangun kesadaran suara anak Anda dengan menyoroti kata-kata berima dalam sebuah buku, lagu, dan aktivitas sehari-hari. Gunakan frasa seperti “mawar, pasar; yang kedengarannya sama di bagian akhir ”untuk mendukung kesadaran anak Anda tentang rima.

Dalam video ini, ibu Penny sedang mencoba untuk membacakan sebuah cerita kepada Penny. Ibunya menyoroti kata-kata yang berima sepanjang cerita, dengan lebih memberikan penekanan pada kata yang dimaksud.

Berikut adalah beberapa ide lain untuk meningkatkan pemahaman anak tentang rima.

Kegiatan yang dapat dilakukan dengan anak yang lebih muda

  • Nyanyikan lagu-lagu yang memiliki kata-kata berima yang sama seperti “Burung kakak tua” dan berikan penekanan pada kata-kata yangmemiliki bunyi suara yang sama di akhir: “Burung kakak TUA, Hinggap di JENDELA, Nene sudah TUA, giginya tingga DUA”.
  • Ketika lagu ini sudah cukup akrab di telinga anak, berhentilah bernyanyi sebelum munculnya kata-kata berima dan perhatikan anak Anda, untuk melihat reaksi mereka, apakah mereka dapat menggunakan kata-kata berima ini untuk mengisi celah yang belum dinyanyikan. Strategi ini dikenal sebagai ‘Auditory Closure’.
  • Kegiatan yang bisa dilakukan pada anak yang lebih dewasa

    • Bacalah buku-buku dengan rima atau saja. Anda bisa membeli buku atau mengajak si kecil ke perpustakaan, untuk kemudian membaca bersama. Berikan penekanan pada kata-kata berima yang ada di setiap bacaan.
    • Teruslah melakukan pengulangan dengan kata-kata berima, dan lakukan dengan hati yang senang. Cobalah mengajak anak Anda bermain kata berima dengan menyebutkan kata dengan rima secara bergantian. Misalnya Anda menyebut kata “Putar” lalu si kecil kata “Bundar” lalu giliran Anda menyebut kata selanjutnya dan seterusnya.

    Bagaimana, tertarik dengan artikel Rehabilitasi di Rumah? Ada banyak sekali artikel serupa di Blog MED-EL Indonesia. Jangan lupa berlangganan ya!

    Comments

Artikel Rekomendasi