dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Teori Berpikir. Semua adalah tentang pikiran, yaitu bagaimana seseorang berpikir dan juga merespon pikiran orang lain. Cara berpikir seseorang selalu berkembang secara natural sejak kecil. Nah, untuk anak dengan gangguan pendengaran, beberapa pertimbangan khusus diperlukan, untuk membantu cara berpikir mereka berkembang secara optimal.

Teori Berpikir Merupakan Dasar dari Semua Interaksi Sosial

Teori berpikir adalah suatu pemikiran yang mengungkapkan bahwa seorang anak akan mengembangkan pemahaman mereka melalui pemikiran, keinginan, dan keyakinan mereka sendiri. Selain itu, mereka juga akan mengetahui bahwa, orang lain pun punya pikiran, keinginan, dan keyakinan masing-masing. Anda mungkinpernah mendengar istilah, “to put yourself in their shoes?” yang jika diterjemahkan artinya, “coba posisikan dirimu di diri mereka?”. Nah, itulah sedikit gambaran tentang Teori berpikir.

Pada dasarnya, teori berpikir ini terkait dengan kemampuan seseorang untuk memikirkan sebuah pikiran. Ada banyak sekali keterampilan yang dapat dikembangkan seseorang melalui teori berpikir.

  • Level pertama (dasar), keterampilan ini akan membantu seseorang untuk melihat sesuatu dari sudut pandang, keinginan, pendapat dan keyakinan orang lain, dan kemudian mengespresikannya ke dalam diri sendiri. Ide pikiran yang mengungkapkan hal-hal seperti “Aku suka apel”, “Aku tidak suka wortel”, “aku ingin hadiah saat ulang tahunku”, “ku rasa dia sedang keluar”, “Kunciku ketinggalan, jadi aku kembali”, ini merupakan contoh dari pemikiran-pemikiran dasar.
  • Dengan menguasai teori berpikir dasar, keterampilan ini pun akan membantu anak-anak mengembangkan aspek sosial dan emosional mereka. Ketika seseorang memiliki pemahaman tentang pikiran mereka sendiri dan juga pikiran orang lain, maka ia pun akan memegang peranan yang signifikan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya mereka.
  • Teori berpikir akan membantu siapa pun, untuk berkomunikasi dengan efektif, dengan memanfaatkan keterampilan lain seperti empati, persuasi, menarik kesimpulan, nalar, berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami narasi, serta bacaan.
  • Keterampilan-keterampilan yang telah dikuasai juga akan memudahkan seseorang melakukan percakapan, dengan cara membiarkan seseorang memprediksi apa yang pendengar sudah ketahui, apa yang mungkin perlu mereka ketahui, dan bagaimana mereka akan bertindak sesudahnya, serta apa yang harus dikatakan selanjutnya.

Cara Mengembangkan Keterampilan dalam Teori Berpikir

Keterampilan seseorang dalam hal ini, dapat dilihat di segala situasi, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga selama seseorang menjalani interaksi sosial. Karena itulah, keterampilan dalam mengembangkan teori berpikir ini, seringkali tidak diajarkan secara langsung. Namun sebaliknya, keterampilan ini dipelajari secara tidak sengaja, dan sudah mulai berkembang di masa kecil: secara natural atau seiring dengan perkembangan bahasa.

Kata-kata yang seseorang pelajari, akan digunakan untuk mengekspresikan pikiran dan keyakinan orang tersebut. Sedangkan pikiran serta kepercayaan dapat dipahami melalui keterampilan Teori Berpikir. Sebagai contoh, kata-kata kerja tentang pikiran-pikiran berbeda, seperti pikir, percaya, ingat, tahu, berharap, suka, membayangkan, mengira, dan memahami merupakan konsep yang abstrak. Semua konsep tersebut bukan sesuatu yang bisa kita perhatikan atau kita lihat. Karena itulah, konsep tersebut jarang diajarkan secara langsung, dan justru diajarkan secara tidak sengaja, saat seseorang mendengar orang lain mengucapkan kata-kata tersebut, secara berulang kali di dalam konteks dan percakapan yang berbeda.

Untuk Anak Anda yang Memiliki Gangguan Pendengaran

Hal inilah yang menyebabkan, mengapa sangat penting bagi seorang anak untuk mendapatkan banyak akses ke bahasa dan ucapan sedini mungkin. Paparan terhadap bahasa yang kaya dan memiliki makna atau arti, serta beragamnya peluang untuk mendengar bahasa dalam berbagai situasi, merupakan cara terbaik bagi seseorang untuk mengembangkan pemahaman anak. Dan, lagi-lagi, akses ke bahasa serta kesempatan untuk menggunakan bahasa tersebut dengan lebih sering, akan membantu membangun keterampilan Teori Berpikir pada diri mereka.

Jika seorang anak kurang diekspos dengan situasi, di mana mereka bisa menerapkan teori berpikir ini, maka perkembangan keterampilan ini pun akan terhambat. Untuk anak Anda yang memiliki gangguan pendengaran, paparan pada situasi ini saja mungkin tidak cukup. Ketika anak berada di dalam situasi di mana orang lain berbicara menggunakan konsep Teori Berpikir—seperti empati, penarikan kesimpulan, dan berpikir kritis, tapi saat itu anak Anda tidak mengerti percakapan tersebut, maka dia pun tidak bisa memahami hal-hal yang terjadi.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan si kecil memahami banyak hal, di dalam beragam situasi? Berikut adalah beberapa cara untuk memahami banyak hal yang terjadi saat berinteraksi sehari-hari, yang dapat membantu membentuk keterampilan teori berpikir:

  • Pastikan anak Anda memiliki akses optimal ke bunyi dalam volume percakapan biasa, sepanjang waktu ia terjaga.
  • Kurangi kebisingan latar belakang dengan cara mematikan suara atau bunyi-bunyian yang tidak diperlukan, seperti televisi atau radio, agar anak bisa mendengar percakapan orang lain di sekitarnya dengan lebih jelas.
  • Pastikan anak Anda dekat dengan orang yang sedang berbicara dengannya.
  • Beri anak Anda kesempatan untuk mengamati dan mendengar percakapan yang tidak melibatkannya secara langsung: sebagai contoh, percakapan-percakapan antar beberapa saudara kandung di rumah, saat sedang bermain dan bernegosiasi dalam sebuah permainan; percakapan-percakapan yang terjadi di dalam suatu komunitas, misalnya saat membicarakan tentang ke mana mereka akan pergi saat liburan, atau apa saja yang akan mereka beli; atau teman-teman yang sedang bertukar cerita.
  • Berbagi pemikiran dan perasaan Anda. Anda dapat menggabungkan kata kerja yang berkaitan dengan mental atau pikiran, seperti pikir, tahu, suka, ingat, percaya, harap, lupa, kira. Bahas tentang interaksi orang lain kepada anak Anda, dan tebak apa yang mungkin sedang mereka bicarakan, pikirkan atau rasakan. Beri penekanan kepada si kecil, bahwa apa yang kita rasakan dan pikirkan, bisa jadi berbeda dengan orang lain.
  • Pastikan anak Anda memiliki beragam kesempatan untuk mendengar dan meneraptkan konsep teori berpikir ini saat berinteraksi atau saat mereka sedang bermain, karena mereka akan lebih memahami konsep teori berpikir ini apabila dilakukan secara berulang, dengan banyak pemaparan dan latihan.

Apakah Anda menyukai artikel tentang Teori Berpikir ini? Jika ya, silakan Subcribe Blog Medel Indonesia, untuk mendapatkan beragam tips dan informasi lainnya, langsung ke inbox Anda!

Comments

Artikel Rekomendasi