dalam ARTIKEL TAMU

Dia adalah Joe Long, seorang pekerja militer yang telah kehilangan fungsi pendnegarannya setelah banyak sekali terpapar oleh ledakan artileri, di masa perang Korea. Tidak hanya itu, ia juga memiliki maslaah dengan punggungnya, karena menekuni pekerjaan konstruksi. Hal ini yang membuatnya memerlukan beberapa kali tindakan MRI dan juga bedah, selama beberapa tahun terakhir.

Keinginannya untuk bisa kembali mendengar, mempertemukannya dengan MED-EL. Dan, pilihannya pun jatuh ke Synchrony MED-EL. Alasannya memilih Synchrony adalah, karena implan rumah siput ini memiliki kompatibilitas dengan MRI 3.0 Tesla.

Kami ingin berbagi sedikit cerita tentang perjalanan mendengarnya.

Artikel ini ditulis, saat Joe Long berusia 83 tahuhn. Sekitar 10 tahun sebelumnya, ia mulai berpikir bagaimana ia bisa mendnegar kembali, setelah berpuluh-puluh tahun ia tidak bisa mendengar.

Joe Long sama sekali tidak terkejut dengan kenyataan bahwa ia mungkin akan kehilangan pendengarannya. Ya, banyak ledakan artileri selama ia dalam Perang Korea, dan setelah itu ia juga bergabung dalam pekerja konstruksi, dimana terbiasa bekerja tanpa pelindung telinga. Bukan hanya pendengaran saja yang hilang, tetapi ia juga mengalami nyeri punggung yang membuatnya sangat tidak nyaman.

Saat itu, ketika ia menyadari bahwa ia tidak mendengar dengan baik, Joe Long pun mengunjungi audiologist. Audiologis menanyakan pada Joe Long, telinga mana yang sering ia gunakan untuk mengangkat telepon, dan ia menjawabnya dengan telinga kiri. Audiologis langsung memberikan saya alat bantu dnegar untuk telinga kiri saya. Baru, kira-kira dua atau tiga tahun kemudia, ia mendapatkan alat bantu dnegar untuk telinga kanannya.

Namun, beberapa tahun setelahnya, ia mulai merasa bahwa alat bantu dengar saya tidak bekerja sebaik yang saya butuhkan. Pada waktu itu, ia mengetahui alat lainnya yang bisa digunakan, yaitu implan rumah siput, namun ia tidak yakin apakah alat tersebut akan bisa membantunya. “saya pergi ke audiolog dan melakukan tes pendengaran baru, dimana hasilnya menunjukan bahwa pendengaran saya mengalami penurunan sejak test yang terakhir.” Dengan hasil tersebut Audiologis mengatakan pada Joe Long bahwa, ia menjadi kandidat untuk pengguna implan rumah siput. Audiologis pun menghubungkan Joe Long dengan rumah sakit di University of North Carolina di Chapel Hill.

“Saya tidak benar-benar tahu banyak tentang implan rumah siput, saat saya pertama kali pergi ke UNC. Dokter bedah saya, Dr. Harold Pillsbury, menggali riwayat kesehatan saya. Dari sanalah, dia melihat bahwa saya pernah melakukan beberapa kali MRI dan kemungkinan akan melakukan hal yang sama lebih sering lagi, di masa depan. Karena alasan ini, dia menyarankan agar menggunakan Implan rumah siput SYNCHRONY, yang kompatibel dengan MRI 3.0 Tesla.”

Menggunakan implan rumah siput yang kompatibel dengan MRI 3.0 Tesla sangat lah berarti bagi Joe Long. Ia merasa senang, mengingat bahwa ia tidak perlu menjalani operasi lain pada saat harus melakukan MRI lagi. Menurutnya, ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan oleh setiap kandidat implan rumah siput. Seseorang tidak akan pernah tahu bagaimana keadaanya, apakah akan terjadi-kecelakaan, kerusakan pada tulang sendir, radang, dan sebagainya. “Jika Anda memiliki pilihan untuk bisa menggunakan implan rumah siput yang kompatibel dengan MRI berkekuatan tinggi, saya akan menempuh jalur tersebut, karena nantinya, Anda tidak memerlukan pembedahan apapun untuk melepaskan magnetnya.”

Sejak implan rumah siput itu pertama kali diaktifkan, ia pun berpikir bahwa pendengarannya telah berkembang dengan sangat cepat. Ia juga menggunakan FineTuner untuk membantunya dalam menyesuaikan audio prosesor dan membuat settingan yang berbeda. Bahkan,istrinya pun sangat terkesan dengan teknologi ini.

“Senang sekali bisa duduk dan mendengarkan Anda di telepon, berkomunikasi dengan baik,” katanya. Ia sangat senang bisa mendengar kembali, bahkan ia tidak ingat kapan terakhir kali bisa melakukan percakapan melalui telepon, sebelum menggunakan implan rumah siput.

“Sekarang saya bisa melakukan percakapan melalui telepon, melakukan MRI tanpa kendala. Semuanya!”

Terima kasih, Joe!

Jangan lupa Berlangganan dengan blog MED-EL Indonesia, untuk mendapat cerita lainnya yang menginspirasi langsung ke inbox Anda!

Comments

Artikel Rekomendasi