dalam KIAT DAN SARAN

Anak-anak dengan gangguan pendengaran, akan berupaya membangun kemampuan mereka dalam berkomunikasi, setelah mereka mengembangkan kemampuan dalam mendengar dan berbahasa. Selain itu mereka juga akan mengembangkan kemampuan dalam bidang akademis lainnya. Nah, di tahun-tahun awal ketika mereka terlibat dalam kegiatan akademis, utamanya saat mereka memasuki masa sekolah dasar, ada satu kemampuan yang juga akan mereka kembangkan. Anak-anak dengan gangguan dengar ini akan berupaya mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara lisan, untuk diadaptasikan ke kemampuan mereka dalam membaca. Nah, tugas orang tua dan guru lainnya adalah, bagaimana cara untu membangun pemahaman anak dalam membaca cerita?

Memahami sebuah bahan bacaan adalah tujuan utama dari membaca. Penting sekali bagi anak-anak yang sudah mulai belajar membaca, untuk bisa menafsirkan kata-kata yang ia terima dari sumber bacaan. Pada anak dengan gangguan dengar, keterampilan berbahasa dan berkomunikasi yang baik, merupakan dasar dalam membangun pemahaman anak dalam membaca cerita. Nah, dalam memahami sebuah bacaan ini, anak-anak dengan gangguan pendengaran, akan menggabungkan beberapa hal, yaitu pemahaman mereka tentang komunikasi lisan, pengalaman hidup dan juga wawasan yang mereka miliki.

Ketika Anda membacakan sebuah bacaan dengan keras, mendiskusikan bahan bacaan dengan bahasa lisan, membantu anak Anda mengembangkan kemampuan untuk mengingat dan memahami, maka keterampilan ini akan membuat mereka lebih mudah memahami aksara.

Hari ini, kami akan berbagi dengan Anda beberapa strategi sederhana untuk membuat anak Anda menjadi pembaca aktif dan mampu mengembangkan kemampuan mereka dalam memahami bacaan.

Strategi ini dapat diterapkan pada buku cerita atau sumber cerita apa pun. Namun, sebaiknya pilihlah buku-buku bacaan dengan subjek yang diminati anak Anda.

Contohnya adalah, bacaan tentang biografi singkat seorang pilot yang bernama Amelia Earhart , bacaan ini dipilih untuk anak yang tertarik dengan pesawat terbang.

1: Persiapan Membaca

Menghubungkan cerita dengan pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki adalah dasar untuk memahami bacaan. Bantulah anak Anda untuk mempersiapkan aktivitas membaca mereka dengan cara membicarakan pokok bahasan, yang bisa menghubungkan antara buku dengan pengetahuan dan pengalaman hidup mereka sebelumnya.

Sebagai contoh: Untuk membaca tentang pilot terkenal Amelia Earhart, Anda bisa membicarakan terlebih dahulu tentang pesawat terbang, pengalaman si kecil menaikin pesawat terbang atau mengantar saudara ke bandara, atau melihat pesawat terbang di udara dan sebagainya.

 

2: Jelaskan tentang Struktur Sebuah Cerita

Bantulah anak Anda belajar tentang berbagai jenis cerita yang ada, seperti cerita fiksi, non-fiksi, biografi, dll. Jelaskan fungsi masing-masing cerita, misalnya cerita fiktif berasal dari imajinasi dan non-fiksi berasal dari kehidupan nyata seseorang.

Jelaskan bahwa semua cerita memiliki bagian yang berbeda, termasuk mengenai setting, karakter, dan kejadian.

3: Pertama, Bacalah dengan Bantuan Gambar

Untuk membangun pemahaman anak dalam membaca cerita, peratama kali bimbinglah anak Anda untuk belajar bagaimana memprediksi apa yang akan terjadi dengan melihat ilustrasi. Ajukan pertanyaan untuk mendorong mereka mencari rincian dalam gambar tentang kejadian dan karakter cerita.

Misalnya: Perlihatkan gambarnya, lalu bicarakan apa yang Anda dan anak Anda lihat bersama. Tanyakan, “Apa yang Kakak lihat dalam gambar ini?” “Apa yang terjadi di gambar tersebut?”. “Menurut Kakak, apa yang akan terjadi selanjutnya?”

4: Tanya Jawab pertanyaan

Saat Anda membaca dengan anak yang memiliki gangguan pendengaran, buatlah pertanyaan terbuka untuk membantu mereka berpartisipasi secara aktif dalam membaca. Bantu mereka untuk mengenal objek dan memberikan identitas pada objek tersebut, dengan mengajarkan kosakata baru. Jawab juga pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh anak Anda pada Anda dengan jelas.

Ask “wh” questions (who, what, where when, why) to check your child’s comprehension. Asking these questions will also help your child build new vocabulary beyond what is in the book. For Example: “Where would you like to fly in an airplane?”

Anda juga bisa mengajukan pertanyaan dnegan konsep 5W 1H yaitu What, Who, When, Where, Why dan How atau dalam bahasa Indonesia Apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana). Coba lihat bagaimana anak Anda mencoba membangun pemahaman nak dalam membaca cerita dengan menjawab pertanyaan tersebut.

5: Visualisasikan Apa yang Dibaca

Penting sekali untuk pembaca yang memiliki gangguan dengar, memvisualisasikan apa yang dibaca. Mereka yang melakukan hal ini akan dengan mudah menerima dan mengingat informasi sehingga proses membangun pemahaman anak dalam membaca cerita pun semakin cepat. Bantulah anak Anda untuk membantuk gambaran dari apa yang diceritakan, dengan memaparkan tentang karakter, cerita atau settingan cerita.

Anda dapat membantu anak Anda untuk memvisualisasikan kejadian cerita dengan cara menghubungkan cerita dengan hal-hal yang sebelumnya telah mereka alami. Misalnya, “Ingat tidak, saat kita naik pesawat ketika pergi mengunjungi Nenek? Butuh waktu lama, bukan? “. “Ingat, saat itu kita terbang sangat tinggi sekali.”

6: Kembangkan Bahasa Sosial dan Emosional

Mengembangkan pemahaman terhadap bacaan juga berarti berupaya membuat hubungan antara teks bacaan, motivasi, membaca, pikiran dan perasaan. Ini dinamakan bahasa sosial emosional. Kembangkan bahasa sosial-emosional anak Anda dengan meminta mereka untuk memikirkan cerita dari berbagai sudut pandang.

Misalnya: Tanya kepada anak Anda hal-hal terkait bacaan tersebut seperti, “Menurut Kakak, apa yang dirasakan oleh Pilot Amelia, saat ia terbang tinggi dengan pesawat dan sendiri? ” “Apakah menurut Kakak, Amelia merasa gugup? ” Saat Amelia mendarat di padang rumput yang sepi, apa pendapat para petani di Irlandia saat itu? “Kenapa, banyak orang tidak percaya jia Amelia berasal dari Amerika? “

7: Cek Kembali Pemahaman Membaca si Kecil

Setelah Anda dan si kecil selesai membaca, mintalah ia membuat rangkuman ceritanya, atau mengulang cerita tersebut dengan ringkas. Hal ini untuk mengevalusi bahwa anak Anda benar memahami apa yang baru saja dibaca. Tanyakan lagi tentang tokoh utama cerita, karakter tokoh utama, tempat cerita terjadi dan masalahnya.

Contoh pertanyaan, misalnya: “Tadi cerita tentang apa, ya? “. “Apa yang Amelia Earhart lakukan saat masih kecil?”. “Apa yang terjadi dengan pesawat Amelia?”. “kenapa Amelia Earhart bisa jadi orang terkenal? ”

Gunakan strategi sederhana ini sebagai panduan, untuk membuat agar anak lebih aktif dan lebih terarah saat membaca dan pastinya untuk membangun pemahaman anak dalam membaca cerita. Anak-anak gangguan dengar akan lebih muda belajar memahami dan menghubungkan apa yang mereka baca, sehingga bisa menjadi pembelajar seumur hidup mereka. Memahami buku dapat membantu anak Anda untuk lebih memahami diri mereka sendiri, orang lain dan dunia di sekitar mereka.

Apakah Anda menyukai tulisan tentang mengembangkan pemahaman membaca pada anak dengan gangguan dnegar? Subscribe Blog MED-EL Indonesia sekarang untuk mendapatkan ide kegiatan rehabilitasi yang menyenangkan setiap minggunya!

Comments

comments

Artikel Rekomendasi