dalam ARTIKEL TAMU

Tahukah Anda bahwa meningitis adalah salah satu penyebab utama dari gangguan pendengaran? Meningitis yang disebabkan oleh bakteri, akan menyerang sel-sel saraf di telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan kerusakan yang berakibat gangguan pendengaran. Jika ini terjadi, implan rumah siput bisa menjadi salat satu pilihan terbaik untuk terapi, agar Anda bisa kembali mendengar dengan lebih baik.

Mari berkenalan dengan Kadu, seorang pengguna implan rumah siput dari Brasil. Setelah mengidap meningitis saat bayi, ibunya, Debora, harus bersedih karena ternyata setelahnya Kadu harus mengalami gangguan pendengaran yang sangat berat. Karena itulah Debora berjuang agar Kadu segera mendapatkan implan rumah siput, agar Kadu bisa tetap mendapatkan masa depan yang lebih baik.
________________________________________

Diagnosa yang Membuat Saya Terkejut

Saya telah menikah selama 4 tahun dengan seorang pria, yang memperlakukan Kadu seolah-olah dia adalah putranya sendiri. Kami memiliki kehidupan yang luar biasa, walaupun tidak selalu selamanya berjalan lancar.

Untuk waktu yang cukup lama, saya merawat Kadu sendiri. Kami mengalami banyak kesulitan, yang terkadang membuat saya sedih. Kesulitan utama yang sering kami rasakan adalah masalah keuangan.

Kadu lahir 4 minggu sebelum waktunya, ia pun terjangkit infeksi meningitis akibat bakteri yang terpapar di rumah sakit. Ia menjalani perawatan intensive selama 1 bulan. Ketika melakukan test pendengaran pertama, Kadu dinyatakan tidak lulus test pendengaran. Ia dinyatakan mengalami gangguan pendengaran derajat berat – sangat berat.
Setelah mengetahui bahwa Kadu mengalami masalah pada pendengarannya, saya pun dirundungkesedihan sepanjang waktu. Bahkan, Saya tidak tahu ke mana harus bertanya. Saya membutuhkan intervensi seorang tenaga profesional khusus, untuk membantu saya menyadari bahwa situasi ini bukanlah akhir dari dunia.

Mencari Tahu Tentang Implan Rumah Siput

Saya adalah seorang ibu tunggal dan sendirian mengasuh bayi yang mengalami ganggan pendengaran. Saya tidak punya pilihan, selain saya harus kuat. Saya mulai belajar dan mempelajari semua yang saya ketahui tentang meningitis, ketulian, dan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak saya. Saya pergi mencari terapi atau pun teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan masa depan putra saya. Dari sanalah saya bertemu dengan seorang terapis wicara, yang memperkenalkan saya dengan teknologi baru, yaitu implan rumah siput. Saya terbayang kemungkinan melihat anak saya bisa mendengar dan berbicara dengan teknologi tersebut, dan ini membangun harapan saya. Saya pun tidak ragu untuk mengambil keputusan, untuk memberikan Kadu implan rumah siput.

Mengorbankan segalanya untuk Kadu

Di kota tempat Kadu dan saya tinggal, implan rumah siput sayangnya belum tersedia. Saya mengetahui tentang rumah sakit perintis, yang dapat melakukan perawatan implan rumah siput, yaitu Centrinho De Bauru. Namun jaraknya jauh, sekitar 3000 kilometer jauhnya. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa pergi ke sana bersama Kadu dan memberinya perawatan yang dia butuhkan. Dengan dukungan keluarga, teman, dan tetangga, kami pun memulai kampanye untuk mengumpulkan dana. Dengan uang yang terkumpul, saya bisa membawa Kadu yang berusia 6 bulan ke Bauru, lalu dan memberinya alat bantu dengar, yang merupakan langkah pertama menuju mimpi, yaitu di suatu hari nanti akan memberinya implan rumah siput.

Tepat setelah ulang tahun pertamanya, Kadu pun mendapat implan rumah siput pertamanya dari MED-EL. Begitu implan rumah siput MED-EL di tanamkan, rutinitas dan kegiatan sehari-hari kami berubah total. Prioritas saya berubah, dimana yang utama adalah untuk membantunya dalam tahap-tahap awal pembelajaran untuk mendengarkan. Saya berhenti dari pekerjaan saya sebagai akuntan, sehingga saya dapat mendedikasikan waktu saya secara khusus untuk rehabilitasi putra saya. Kami pun pindah dari kampung halaman ke Bauru, untuk mencari perawatan dan dukungan implan rumah siput terbaik. Saya kembali belajar dan lulus pendidikan, sehingga berharap bisa lebih baik mendampingi Kadu, utamanya dalam mengenal huruf, yang bisa menjadi fase sulit bagi anak-anak dengan implan rumah siput.

Selama rehabilitasi Kadu, saya mulai menghargai keindahan suara. Suatu hari, ketika Kadu masih belajar mendengarkan dengan implan rumah siputnya, saya membiarkan sendok jatuh ke tanah. Kadu tiba-tiba berbalik ke arah saya dan melemparkan tangannya ke udara, ia bertanya-tanya suara apa itu. Saya pun dengan sukacita melemparkan sendok lain ke lantai dan berkata “drop the spoon”, “drop the spoon”. Saya menyadari betapa indahnya suara sendok jatuh di lantai. Sejak hari itu, kami selalu menemukan beberapa sendok terjatuh di tanah setiap harinya.

Aktivis dalam Komunitas Gangguan Pendengaran

Pada saat Kadu lahir di Brasil, Tes Pendengaran Bayi yang Baru Lahir tidaklah wajib. Kadu hanya melakukannya karena ia menjalani rawat inap akibat meningitis yang menyerangnya. Karenanya, sungguh menakjubkan bagaimana sebuah tes yang sederhana dapat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan seorang anak dan seluruh keluarganya. Saya pun aktiv memimpin sekelompok ibu yang berjuang untuk bisa mendapatkan pemeriksaan ini dapat diakses di rumah bersalin umum di kota kami. Dengan dukungan para profesional dan politisi, kami telah membuat langkah besar. Hari ini di Brasil, tes pendengaran harus dilakukan pada semua bayi yang baru lahir.

Saya rutin menulis blog dan berbagi tentang perjalanan pendengaran Kadu di media sosial. Motivasi saya adalah memberi harapan kepada keluarga yang baru saja mengetahui bahwa anak mereka mengalami gangguan dengar. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa implan rumah siput memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan dan masa depan anak mereka. Kadu adalah contohnya. Berkat implan rumah siput dari MED-EL. Saya sangat bangga dengan putra saya — dia seorang pejuang.

Saran Untuk Orang Tua Lainnya

Saran saya untuk orang tua lain adalah: jangan membuang waktu untuk memutuskan apakah putra putri Anda akan mendapatkan implan rumah siput atau tidak. Waktu sangat penting untuk mencapai hasil terbaik bagi anak Anda. Apa yang bisa saya katakan kepada orang tua adalah memulai perjalanan dengan implan rumah siput itu tidak selalu mudah. Namun dengan dedikasi, cinta, dan tekad, hasilnya pun akan sangat bagus. Tidak ada yang lebih memuaskan setelah hari-hari panjang berjuang melawan keheningan, lalu kemudian bisa mendengar putra Anda yang mengalami gangguan pendengaran berkata, “Selamat malam, ibu saya mencintaimu”. Ini membuat Anda bersemangat kembali dan menyadari bahwa semua perjuangan itu sepadan.

Hari ini, Kadu berusia 12 tahun sama seperti anak-anak lain seusianya. Dia mendengarkan, berbicara, bernyanyi, menari, dan berinteraksi dengan semua orang. Saya tidak menyesali perubahan-perubahan yang harus saya buat dalam hidup saya untuk putra saya, itu adalah keputusan terbaik yang dapat saya buat. Dalam beberapa hal, saya tidak tahu seperti apa rasanya memiliki anak yang tidak bisa mendengar. Putraku dengan gangguan pendengaran yang sangat berat, adalah pendengar terbaik yang aku tahu!

Terimakasih, Debora!

Apakah anak Anda baru saja didiagnosis mengalami gangguan pendengaran akibat meningitis atau penyakit lainnya? Lihat panduan praktis kami tentang apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.

Cari tahu lebih lanjut tentang cara kerja implan rumah siput dan bagaimana mereka dapat membantu Anda atau anak Anda untuk kembali mendengar.

Jangan lupa untuk berlangganan Blog MED-EL Indonesia untuk menerima semua artikel terbaru kami berupa tips rehabilitasi, dan berita lainnya dari MED-EL!

Comments

Artikel Rekomendasi