dalam KIAT DAN SARAN, Orang Tua

Musik tidak hanya menyenangkan. Musik juga merupakan cara yang baik untuk membantu anak belajar dan mengembangkan keterampilan komunikasi, mendengarkan, bahasa, kognitif, motorik halus dan kasar, sosial, dan emosional.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan teknologi pendengaran juga dapat memperoleh manfaat dari bermain musik. Karenanya, artikel blog hari ini akan membagikan dua aktivitas bermusik, yaitu tentang bagaimana membuat alat musik perkusi.

Bagian 1: Memperkenalkan Instrumen Perkusi

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk fokus mendengar suara yang berbeda dan mempelajari kosakata dan konsep baru.

Berikut cara melakukannya:

  • Perkenalkan anak Anda dengan berbagai instrumen perkusi, satu per satu. Contoh instrumen perkusi adalah drum, shaker, lonceng, rebana, dan gambang. Instrumen bisa dibuat sendiri seperti panci dan wajan dengan sendok kayu, atau bisa juga shaker yang terbuat dari beras kering dalam botol.
  • Temukan dua instrumen yang memiliki perbedaan suara yang besar. Perkenalkan setiap instrumen kepada anak Anda, beri nama dan jelaskan masing-masing fungsinya, dan luangkan waktu untuk memainkannya bersama, sehingga anak Anda dapat mendengar dan fokus pada suara yang dihasilkan oleh instrumen yang berbeda.
  • Saat memainkan instrumen, ajari anak Anda kosakata yang berhubungan dengan musik seperti:
    • Nama instrumen: drum, simbal, rebana, segitiga
    • Deskripsi alat musik: besar, kecil, bulat, panjang, keras, lunak, mengkilap
    • Tindakan: gebuk, ketuk, pukul, goyang, geret, mainkan
    • Suara: keras, lembut, boom, berpadu
  • Ikuti petunjuk anak Anda. Bicara tentang apa yang mereka lihat dan mereka minati. Tirula pola yang mereka mainkan pada instrumen, dan tambahkan gerakan dan nyanyian.

Bagian 2: Membuat Rebana Sendiri

Perluas aktivitas ini dengan membuat instrumen bersama anak Anda. Kegiatan yang menyenangkan ini memberikan banyak kesempatan untuk memperkenalkan dan membantu mengembangkan kosakata, produksi kalimat, dan artikulasi anak Anda.

Apa yang Anda Butuhkan?

  • Piring kertas atau plastik
  • Pembolong
  • Lonceng kecil
  • Kawat

Cara Membuat

  • Buat lubang di bagian tepi luar pelat (satu untuk setiap bel). Pasang lonceng ke piring dengan tali.
  • Ajari anak Anda kata-kata tindakan saat Anda membuat rebana dengan menggunakan kata kunci dengan pengulangan dan penekanan akustik. Ajarkan kosakata mendorong, mengikat, memotong, dan merangkai.
  • Mintalah anak Anda menghias rebananya dengan mewarnai, menggambar, atau menambahkan stiker.
  • Gunakan kata-kata untuk menggambarkan apa yang sedang dilakukan anak Anda dan bagaimana penampilan rebana, misalnya, menempel, mewarnai, menggambar, mengkilap, bulat.

Setelah selesai, Anda dapat berbicara tentang bagaimana suara rebana ini di telinga, misalnya, saya dapat mendengar bel berbunyi, bunyinya berisik. Jangan lupa, dukung anak Anda untuk menunjukkan kepada orang lain rebana baru mereka untuk melatih mereka berbicara. Anda mungkin perlu membuat contoh kalimat untuk mereka, misalnya, “Beri tahu nenek, rebana saya mengkilap”. Anda juga dapat memperluas kalimat yang dikatakan anak Anda misalnya, jika mereka mengatakan, “bisa digoyang”, Anda dapat mencontohkan “Ya, kamu bisa menggoyangnya”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Musical EARS®. Dirancang untuk pengasuh serta profesional, Musical EARS® merupakan kegiatan musik yang dapat digunakan dalam terapi, di sekolah, atau di rumah. Kegiatan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan persepsi dan apresiasi musik pada anak dengan implan rumah siput, serta mendukung perkembangan komunikasi.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang Musical EARS®, silakan mengunduh gratis dari MED-EL Academy.

Artikel Rekomendasi