dalam TEKNOLOGI

Baru-baru ini, Film Toy Story 4 baru saja turun layar. Di film tersebut, Anda mungkin dapat menyaksikan seorang bocah lelaki dengan rambut pirang kehitaman menggunakan audio prosesor implan rumah siput berwarna hijau limau, yang terhubung di telinga kanannya. Foto-foto anak-anak yang menciptakan kembali pose tersebar di media sosial. Amal memuji Disney Pixar, karena inklusivitas mereka. Bahkan, beberapa koran nasional menulis tentang hal tersebut.

This is what I get when I ask him to recreate the Toy Story 4 picture… 🤦🏻‍♀️ #boys #cikid #medelmiracle #limegreencitwins @lyraryanrepplinger

65 Likes, 5 Comments – Colleen Powell (@liamscistory) on Instagram: “This is what I get when I ask him to recreate the Toy Story 4 picture… 🤦🏻‍♀️ #boys #cikid…”

Mengapa? Karena, meskipun sudah digunakan oleh ratusan ribu orang di seluruh dunia, implan rumah siput nyatanya belum masuk menjadi budaya yang popular. Dan bagi banyak anak dengan implan rumah siput, melihat ada sosok yang menggunakan audio prosesor di layar lebar adalah pengalaman yang menyenangkan. Seperti Lucy Clarke, dimana putranya yang menggunakan implan rumah siput mengatakan pada satu buah surat kabar di Inggris : ”Film ini telah mengubah perasaan Ethan tentang implannya. Dia bangga menjadi seperti bocah lelaki dalam film itu. ”

Tapi, tahukah Anda jika Toy Story 4 bukan filem pertama yang menampilkan implan rumah siput di dalamnya. Berikut adalah enam filem lainnya yang menampilkan implant rumah siput di kontennya.

Quite Place

Implan rumah siput sangatlah menonjol pada alur film horor Hollywood 2018 ini. Mengambil setting dunia pasca-apokaliptik di mana makhluk luar angkasa tanpa penglihatan dan dengan pendengaran yang sangat sensitive, telah memusnahkan sebagian besar populasi. Sebuah keluarga yang beranggotakan lima orang mencoba untuk bertahan hidup dengan menjadi setenang mungkin, merekapun hidup dengan menggunakan Bahasa Isyarat untuk berkomunikasi. Bagaimana mereka tahu ASL? Nah, putri mereka Regan tuli, yang menggunakan implan rumah siput – yang akhirnya memainkan peran yang sangat penting dalam film ini. Dan, ternyata, aktris yang memerankan Regan ini pun adalah pengguna implan rumah siput di dunia nyata.

Sweet Nothing in My Ear

Sebuah film TV yang dibuat untuk memikat hati penontonya, Sweet Nothing in My Ear melihat tentang hubungan antara implant rumah siput dan budaya tuli. Adam yang terlahir dari ibu yang tuli dan ayah yang mendengar, lalu mulai kehilangan pendengarannya saat berusia empat tahun. Ayahnya ingin dia mendapatkan implan koklea, tetapi ibunya tidak setuju, yang mengakibatkan terjadinya perdebatan. Sang ibu, Laura, diperankan oleh aktris tunarungu yang pernah mendapatkan academy award, Marlee Martin.

Take Shelter

Film yang realese di tahun 2011 bercerita tentang seorang ayah yang memiliki visi pasca-apokaliptik, dan memutuskan untuk membangun tempat berlindung. Semua ini terjadi menjelang operasi implan rumah siput sang putri yang berusia enam tahun. Sementara disini, implan rumah siput memang tidak menjadi perhatian yang utama, namun film ini tentu saja membantu meningkatkan kesadaran akan dampak gangguan pendengaran pada kehidupan keluarga.

Battle

Dirilis pada Agustus tahun ini, film berbahasa Rusia ini bercerita tentang seorang penari jalanan yang berbakat, yang mengalami kerusakan pendengaran akibat kecelakaan yang dialaminya. Sementara ia mulai berdamai dengan gangguan pendengarannya, ia pun mulai mengajar tarian kepada sekelompok anak-anak tuli. Saat ini, film ini baru tersedia dalam bahasa Rusia, tetapi direncanakan untuk rilis secara internasional ke depannya. Dan, coba lihat trailernya, Anda akan menemukan beberapa implan rumah siput berikut alat bantu dengar lainnya – termasuk ADHEAR.

Hear and Now

Film dokumenter menjadi pemenang dalam Peabody Award, dan telah mencuri perhatian banyak penontonya di Sundance Film Festival 2007. Irene Taylor Brodsky, sang sutradara, bercerita tentang pengalamannya mengikuti perjalanan pendengaran orangtuanya, yang keduanya dilahirkan dengan gangguan pendengaran. Setelah keheningan seumur hidup, saat keduanya berusia 65 tahun, mereka pun memutuskan untuk menggunakan implant rumah siput.

Sound and Furry

Film dokumenter yang cukup berbobot lainnya adalah, Sound and Fury, yang juga dinominasikan untuk masuk nominasi Oscar pada tahun 2000. Film ini berkisah tentang kehidupan dua saudara lelaki, dimana keduanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat gangguan pendengaran. Seorang saudara laki-laki, Chris, sedang mempertimbangkan untuk mendapatkan implant rumah siput, untuk putranya yang baru lahir. Sementara itu, anak perempuan tertua Peter, Heather ingin mendapatkan implan rumah siputnya sendiri. Dan, lihatlah apa yang dikatakan Heather tentang pengalamannya dalam TEDx Talk ini.

Jangan lupa, cari tahu lebih lanjut tentang SONNET 2, inovasi terbaru MED-EL dalam implant rumah siput.

Jangan lupa juga untuk berlangganan Blog MED-EL, untuk memastikan Anda mendapatkan semua artikel terbaru dari Blog MED-EL?
Berlangganan sekarang!

Comments

Recent Posts